Wanita Asal NTT Ditemukan Tewas Tergantung di Medan Sunggal
Medan(harianSIB.com)Seorang wanita asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Kresentia Hoess (21), ditemukan tewas tergantung di lantai 3 sebuah rumah
" 90 persen penyakit stroke dapat dicegah melalui pengendalian faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dislipidemia, gangguan jantung, kurangnya aktivitas fisik, diet atau pola makan yang tidak sehat, stres, serta mengkonsumsi alkohol ," ungkap Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kemenkes dr. Yudhi Pramono, dikutip dari Kompas.com, Minggu (27/10/2024).
Dilansir laman Kementerian Kesehatan, Yudhi menyampaikan, aktivitas fisik yang dilakukan selama minimal 30 menit dan 5 kali dalam seminggu dapat menurunkan faktor risiko stroke sebesar 25 persen. Selain itu, aktivitas fisik juga membantu menjaga berat badan ideal, mengontrol tekanan darah, dan meningkatkan kesehatan jantung.
*3 Jenis aktivitas fisik
Dokter Elina Widiastuti dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO) menyampaikan, aktivitas fisik sangat baik untuk pencegahan stroke. Kurangnya aktivitas fisik merupakan salah satu dari lima faktor risiko utama stroke.
Dia menjelaskan, aktivitas fisik memiliki banyak manfaat, di antaranya meningkatkan fungsi jantung, pembuluh darah, dan pernapasan, menurunkan risiko kardiovaskular, serta menurunkan morbiditas dan mortalitas.
"Salah satu penyebab dari stroke ada faktor stres dan ternyata latihan fisik atau berolahraga dengan rutin itu ternyata dapat menurunkan kecemasan dan depresi. Selain itu, juga dapat meningkatkan fungsi kognitif, meningkatkan performa kerja ," kata dr. Elina.
Dan pada orangtua, jelas Elina, sangat penting sekali untuk menurunkan risiko jatuh dan cedera, dan juga merupakan terapi efektif pada beberapa penyakit kronis terutama pada pasien lanjut usia.
Menurutnya, aktivitas fisik harian untuk mencegah risiko stroke dapat dibagi menjadi tiga jenis. Pertama, aktivitas aerobik seperti berjalan, berlari, bersepeda, atau berenang. Aktivitas aerobik dengan intensitas sedang dianjurkan 3-5 kali per minggu atau 150-300 menit per minggu.
"Jadi, aktivitas yang dilakukan seperti berjalan dan sebagainya dapat dibagi menjadi 30 menit setiap harinya dan dilakukan selama 5 kali dalam seminggu," ujarnya.
Kedua, aktivitas penguatan otot seperti gym, yoga, atau pilates, yang disarankan dilakukan 2-3 kali seminggu. Ketiga, aktivitas sedentari yang perlu dibatasi. Contoh aktivitas sedentari seperti duduk dalam waktu lama perlu dikurangi.
"Kalau misalnya dalam sehari kita banyak duduk kita harus mulai menguranginya, dengan cara seperti yang dilakukan di luar negeri. Di kantor-kantor yang dulunya bekerja sambil duduk, sekarang bisa berdiri. Jadi, tidak hanya duduk aktivitas sehari-harinya dan memperbanyak langkah itu adalah salah satu yang dapat dilakukan," jelas dr. Elina.
Bagi yang ingin memulai latihan fisik, ada beberapa komponen latihan yang perlu diperhatikan, yaitu gerakan pemanasan atau peregangan, gerakan inti, dan gerakan pendinginan atau peregangan kembali.
"Perbanyak langkah. Dari studi menyebutkan bahwa jika kita bisa berjalan lebih dari 5.000 langkah per hari itu akan sangat baik manfaatnya untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah, apalagi jika bisa lebih dari 7.500 langkah per hari itu dapat menurunkan risiko kematian," ujar Elina.
Sebelumnya Dokter dari Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi Indonesia (Perdosni) dr. Dodik Tugasworo mengatakan gaya hidup yang tidak sehat seperti kurang aktivitas fisik hingga pola makan tinggi lemak dan gula merupakan faktor risiko stroke di usia muda.
Dodik menganjurkan penerapan slogan 3O + 1D yakni Olahraga 30 menit setiap hari, Olah seni atau menjalani hobi dan kegiatan yang membuat hati senang, Olah jiwa atau mendekatkan diri dengan Tuhan dan tidak melakukan sesuatu secara terburu-buru, serta Diet sehat dengan mengurangi konsumsi makanan berlemak.(*)
Medan(harianSIB.com)Seorang wanita asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Kresentia Hoess (21), ditemukan tewas tergantung di lantai 3 sebuah rumah
Medan(harianSIB.com)Dua oknum Kepala Lingkungan (Kepling) di Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat, terseret kasus peredaran nar
Medan(harianSIB.com)Pemerintah Kota (Pemko) Medan menggelar diskusi bersama tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, akademisi dan pedag
Sibolga(harianSIB.com)Korban keracunan makanan mie tek tek di Kota Sibolga, Natsir Nasution (31), warga Jalan Sisingamangaraja Gang Prima Ae
Medan(harianSIB.com)Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) menyerahkan kembali sejumlah aset milik PT Kereta Api Indonesia (Persero)
Medan(harianSIB.com)Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan menemukan dua sampel takjil mengandung formalin dari hasil pengawasa
Simalungun(harianSIB.com)Seorang nenek tanpa identitas ditemukan di wilayah Kabupaten Simalungun. Kepolisian Sektor (Polsek) Tanahjawa kini
Medan(harianSIB.com)Warga Jalan Menteng VII Gang Seroja, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, digegerkan dengan penemuan mayat seorang perempu
Rantauprapat(harianSIB.com)Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Labuhanbatu menangkap 2 terduga pengedar sabu di Dusun Siluman
Tapanuli Utara(harianSIB.com)Sarulla Operations Ltd. (SOL) terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) dalam
Medan(harianSIB.com)Upaya pemberantasan peredaran narkotika di Sumatera Utara terus diperkuat. Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Suma
Tapanuli Utara(harianSIB.com)Pomparan Raja Toga Sitompul boru bere yang ada di Bonapasogit Tapanuli Utara melakukan gotong royong pembersiha