Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 11 Maret 2026

Jangan Asal Cium Bayi, Ini Risiko Kesehatannya

Robert Banjarnahor - Senin, 25 November 2024 17:45 WIB
19 view
Jangan Asal Cium Bayi, Ini Risiko Kesehatannya
Foto: Net
Ilustrasi
Jakarta (harianSIB.com)
Ketika lahir, sistem kekebalan tubuh bayi belum sepenuhnya matang, membuat mereka lebih rentan terhadap infeksi virus dan bakteri. Karena daya tahan tubuhnya masih lemah, bayi dapat dengan mudah tertular dari orang-orang yang berinteraksi dengan mereka.

Primrose Freestone, dosen senior mikrobiologi klinis di University of Leicester dikutip dari Antara menjelaskan, bahwa selama tiga bulan pertama setelah lahir, sistem kekebalan bayi memiliki jumlah sel kekebalan bawaan yang lebih sedikit dibandingkan orang dewasa untuk melawan infeksi.

Dalam artikel yang diterbitkan di The Conversation pada 22 November 2024, Freestone menyoroti bahwa infeksi yang hanya menimbulkan gejala ringan pada orang dewasa atau anak yang lebih besar dapat menjadi ancaman serius bagi bayi.

Menurut dia, bayi yang baru lahir lebih rentan tertular bakteri daripada anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa.

Bayi baru lahir sangat rentan terhadap infeksi patogen intraseluler atau bakteri yang dapat masuk dan bertahan hidup di dalam sel organisme inang seperti streptokokus grup B, yang bisa menyebabkan sepsis, pneumonia, dan meningitis.

Freestone mengemukakan, perlunya kehati-hatian dalam menunjukkan kasih sayang terhadap bayi yang baru lahir guna menghindarkan mereka dari risiko infeksi.

Pastikan mencuci tangan sampai bersih sebelum menyentuh bayi. Hindari mencium mulut atau wajah bayi, lebih aman mencium bayi di bagian belakang kepala atau kaki.

"Jika Anda mengalami infeksi aktif apa pun, pikirkan apakah Anda benar-benar perlu mengunjungi bayi, terutama jika usianya kurang dari satu bulan," tulis Freestone.

Apabila tubuh sedang tidak sehat tetapi tidak dapat menjauh dari bayi, maka sebaiknya memakai masker untuk meminimalkan risiko penularan penyakit.(*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru