Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 11 Maret 2026

Wabah HMPV di China, Ketahui Gejalanya dan Cara Aman Menghadapinya

Robert Banjarnahor - Sabtu, 04 Januari 2025 16:26 WIB
34 view
Wabah HMPV di China, Ketahui Gejalanya dan Cara Aman Menghadapinya
Ilustrasi wabah
Jakarta (harianSIB.com)
Pejabat kesehatan global kini berada dalam siaga tinggi setelah China melaporkan lonjakan infeksi akibat human metapneumovirus (HMPV), virus pernapasan yang sangat menular dan berpotensi menyebabkan komplikasi serius hingga kematian.

Menurut laporan Medical Daily pada Jumat (3/1/2025), dikutip dari Antara, HMPV ditularkan melalui kontak dekat dengan penderita, paparan percikan batuk atau bersin, serta melalui permukaan yang terkontaminasi.

Infeksi ini dapat menyerang segala usia, tetapi kelompok seperti anak-anak kecil, lansia, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah lebih rentan mengalami komplikasi berat, termasuk pneumonia.

Data dari Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Nasional China mencatat adanya peningkatan infeksi saluran pernapasan, termasuk kasus HMPV, di wilayah utara selama periode 16-22 Desember.

Infeksi tersebut meliputi rhinovirus dan human metapneumovirus, dengan peningkatan kasus HMPV yang nyata di antara mereka yang berusia di bawah 14 tahun, seperti yang dilaporkan oleh Reuters.

Di Amerika Serikat, musim HMPV dimulai pada musim dingin dan berlangsung hingga musim semi. Infeksi HMPV menyumbang sekitar lima persen hingga 10 persen dari rawat inap pada anak-anak dan hingga 16 persen dari kasus ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia.

* Gejala HMPV

Seseorang yang tertular HMPV dapat mengalami gejala dalam seminggu, yang umumnya meliputi batuk, demam, hidung tersumbat, dan sesak napas. Virus ini dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas dan bawah.

Sementara kasus ringan biasanya sembuh dalam beberapa hari tanpa intervensi, infeksi terkadang dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih parah seperti bronkitis atau pneumonia.

*Cara pencegahan

Tidak ada vaksinasi untuk mencegah infeksi, dan karenanya mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan dapat mengurangi risiko penularan.

Beberapa langkah sederhana seperti menjaga kebersihan tangan, menghindari kontak dengan orang yang terinfeksi, dan membersihkan permukaan yang terkontaminasi dapat mencegah penyebaran.

Bagi mereka yang mengalami gejala seperti pilek, praktik utama meliputi menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, mencuci tangan secara menyeluruh, menahan diri dari berbagi peralatan makan atau cangkir, dan menghindari berciuman dengan orang lain. Tetap di rumah saat sakit dan membersihkan permukaan yang sering disentuh dapat lebih mengurangi risiko penularan.

*Pengobatan

Tidak ada terapi antivirus khusus untuk infeksi HMPV. Pengobatan terutama difokuskan pada pengurangan gejala, termasuk penggunaan obat bebas seperti asetaminofen atau ibuprofen untuk mengurangi rasa sakit dan demam, serta dekongestan untuk melegakan hidung tersumbat.

Orang dengan PPOK, asma, dan fibrosis paru mungkin mengalami gejala parah dan mungkin memerlukan obat untuk mengendalikan mengi dan batuk.(*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru