Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026

Kenapa Penderita Diabetes dan Obesitas Lebih Mudah Terkena Jamur Kulit?

Robert Banjarnahor - Rabu, 12 Februari 2025 10:55 WIB
62 view
Kenapa Penderita Diabetes dan Obesitas Lebih Mudah Terkena Jamur Kulit?
Foto: Shutterstock
Ilustrasi Panu
Jakarta (harianSIB.com)
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr. Ulul Albab, Sp.OG, menjelaskan bahwa pertumbuhan jamur di kulit dipengaruhi oleh kondisi tubuh masing-masing individu, terutama pada penderita penyakit seperti diabetes dan obesitas.

Menurutnya, orang dengan kondisi tersebut cenderung memiliki kulit yang lebih lembap, sehingga memungkinkan jamur berkembang dan menyebar lebih cepat.

"Biasanya, penderita diabetes dan obesitas memiliki lebih banyak area tubuh yang lembap. Inilah sebabnya mengapa konsumsi makanan manis sebaiknya dibatasi, karena dapat berkontribusi pada pertumbuhan jamur," ujar dr. Ulul Albab dalam sebuah diskusi di Jakarta Selatan, Selasa (11/2/2025), dikutip dari Antara.

Ia juga menjelaskan, bahwa infeksi jamur pada kulit memiliki ciri khas, seperti munculnya batas tegas antara area kulit yang sehat dengan bagian yang terkena jamur, yang sering kali tampak kemerahan di bagian pinggirnya.

"Kalau digaruk keluar, putih-putihnya kaya serbuk seperti itu. Biasanya itu muncul pada kondisi-kondisi, misalnya berkeringat, lembap," katanya.

Dikatakannya, jamur memiliki masa inkubasi, yaitu waktu antara seseorang terpapar jamur hingga gejala mulai muncul seperti gatal.

"Jadi kadang-kadang di awal, ketika kita terpapar jamur belum ada gejalanya. Misalnya, ketika kita pakai sepatu berjam-jam atau gak ganti kaos kaki berhari-hari, gak saat itu kemudian kena jamur, tapi setelahnya baru muncul jamurnya," ujar dia.

Lebih lanjut ia mengatakan keringat pada tempat-tempat yang lembap menyebabkan munculnya jamur, seperti di daerah-daerah lipatan pada kulit yang tidak secara langsung sering dibersihkan.

"Jamur itu jarang sekali adanya di jidat atau di pipi karena itu paling sering dibersihkan. Tapi seperti di sela-sela kaki, lipatan di paha, lipatan perut, dan itu yang paling sering ada jamur karena di bagian tersebut keringat itu jarang bisa langsung dibersihkan," terangnya.

Dia menambahkan menjaga kebersihan tubuh, terutama area yang mudah berkeringat menjadi salah satu cara memotong rantai inkubasi dari jamurnya tersebut.

"Jadi pastikan saat keringetan, paling betul kita keringkan. Kemudian kita cuci dengan sabun dan air mengalir," kata dokter Ulul.(*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru