Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 20 Februari 2026

Kenapa Malaysia dan Singapura Jadi Pilihan Favorit Pasien Indonesia ?

Robert Banjarnahor - Sabtu, 15 Februari 2025 14:30 WIB
55 view
Kenapa Malaysia dan Singapura Jadi Pilihan Favorit Pasien Indonesia ?
(Dok. Pantai Hospital)
Ilustrasi
Jakarta (harianSIB.com)

Sebagian masyarakat kelas menengah atas di Indonesia sering memilih berobat ke luar negeri. Alasan mereka, di antaranya karena faktor kualitas layanan kesehatan dan kredibilitas dokter yang dianggap lebih unggul.

Negara tujuan berobat tersebut seperti, negara Malaysia termasuk Pulau Pinang atau Penang. Selain itu, Singapura, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Korea Selatan juga termasuk dalam daftar negara yang sering dikunjungi untuk layanan medis.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dr. Adib Khumaidi, mengungkapkan bahwa salah satu alasan utama masyarakat Indonesia memilih berobat ke luar negeri adalah karena biaya obat dan transportasi yang sering kali lebih terjangkau dibandingkan di dalam negeri.

"Kenapa pembiayaan lebih murah? Karena ada kebijakan dan regulasi negara, seperti bebas pajak (free tax) khususnya untuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat," kata Adib, dikutip dari CNBC Indonesia, Sabtu (15/2/2025).

Selain faktor biaya, kenyamanan dalam berkomunikasi dengan dokter juga menjadi alasan penting bagi pasien.

"Kami selalu menekankan bahwa kemampuan komunikasi dokter di Indonesia harus ditingkatkan. Salah satu alasan pasien lebih memilih berobat ke luar negeri, seperti Malaysia atau Singapura, adalah karena mereka merasa lebih nyaman dalam berkomunikasi dengan tenaga medis di sana," tambah Adib.

Untuk diketahui, jumlah masyarakat Indonesia yang bolak-balik ke luar negeri untuk berobat ada lebih dari 1 juta orang. Indonesia jelas dirugikan dari kondisi ini sebab ada potensi nilai ekonomi yang hilang.

Indonesia memang tertinggal dalam sektor kesehatan. Saat ini, rasio dokter di Indonesia berada di level 0,47 jika dibandingkan dengan jumlah penduduk di Tanah Air.

Mengacu standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), rasio jumlah dokter, termasuk dokter umum dan spesialis, yang ideal, yaitu 1/1000 atau 1 dokter per 1000 penduduk. Apabila sebuah negara berhasil memenuhi "golden line" tersebut, maka dapat dikategorikan berhasil dan bertanggung jawab kepada rakyatnya di bidang kesehatan.

Angka terakhir yang didapatkan dari WHO dan World Bank, rasio Indonesia berada di 0,47/1000. Angka ini membawa Indonesia menempati posisi ketiga terendah di ASEAN setelah Laos 0,3/1000 dan Kamboja 0,42/1000. (*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru