Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026

600 Pasien Manfaatkan Program UHC di Sumut, Dinkes Waspadai Peralihan Peserta Mandiri

Leo Bastari Bukit - Selasa, 07 Oktober 2025 19:57 WIB
1.125 view
600 Pasien Manfaatkan Program UHC di Sumut, Dinkes Waspadai Peralihan Peserta Mandiri
Foto Dok
dr Nelly Fitriani MKes

Medan(harianSIB.com)

Program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas yang baru diterapkan di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sejak 1 Oktober 2025 mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Berdasarkan data sementara Dinas Kesehatan Provinsi Sumut, jumlah pasien yang telah memanfaatkan layanan UHC hingga 6 Oktober 2025 tercatat mencapai sekitar 600 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut melalui Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes), dr Nelly Fitriani MKes menjelaskan, data per kabupaten/kota masih dalam proses rekapitulasi. Namun, hingga Senin (6/10/2025) pukul 17.00 WIB, RS Haji Medan menjadi rumah sakit yang paling banyak dituju oleh peserta UHC.

"Data per kabupaten/kota belum seluruhnya kami terima, tapi total sementara berkisar 600 pasien. Rumah sakit yang paling banyak didatangi peserta UHC adalah RS Haji," ujar dr Nelly, Selasa (7/10/2025).

Ia mengungkapkan, pasien pertama program UHC berasal dari Kabupaten Deliserdang, dan sejauh ini wilayah tersebut juga mencatatkan jumlah peserta terbanyak yang memanfaatkan program ini.

Namun, di balik tingginya antusiasme masyarakat, sejumlah kendala teknis juga muncul di lapangan. Salah satunya adalah penuhnya kapasitas tempat tidur di beberapa rumah sakit, akibat meningkatnya jumlah pasien yang ingin memanfaatkan layanan UHC.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga menemukan kendala administrasi kependudukan, seperti KTP yang belum terhubung secara online, atau perbedaan data antara KTP dan Kartu Keluarga (KK). Kondisi ini membuat proses verifikasi peserta menjadi lebih rumit.

Nelly menambahkan, pihaknya kini tengah mewaspadai potensi peralihan peserta mandiri ke program UHC yang dibiayai pemerintah. Jika tidak diawasi dengan baik, hal ini dikhawatirkan dapat membebani anggaran daerah.

"Kita prioritaskan UHC bagi masyarakat yang memang benar-benar membutuhkan. Yang kami khawatirkan, warga yang sebenarnya mampu, tetapi beralih dari peserta mandiri ke UHC. Ini bisa memberatkan anggaran kabupaten/kota maupun provinsi," jelasnya.

Program UHC Prioritas yang diluncurkan Pemerintah Provinsi Sumut bertujuan untuk memastikan seluruh masyarakat memiliki akses layanan kesehatan tanpa hambatan biaya. Meski menghadapi sejumlah tantangan teknis, Pemprov Sumut tetap berkomitmen untuk menyempurnakan pelaksanaannya agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru