Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 30 Oktober 2026

Awas! Merokok di Tempat Umum Bisa Menyebabkan Kerusakan Sosial

- Minggu, 07 Juni 2015 17:11 WIB
408 view
Awas! Merokok di Tempat Umum Bisa Menyebabkan Kerusakan Sosial
Jakarta (SIB)- Kurangnya kesadaran dan kurang ketatnya peraturan mengenai Kawasan Tanpa Rokok (KTR) membuat masih banyak orang yang merokok di tempat umum. Selain berbahaya terhadap kesehatan perokok dan orang sekitarnya, merokok di tempat umum ternyata bisa memberikan kerusakan sosial.

Fuad Baradja, Aktivis Pengendalian Rokok dari Komisi Nasional Pengendalian Tembakau (Komnas PT) memaparkan dua bahaya orang yang terpapar rokok. Keduanya adalah kerusakan kesehatan dan kerusakan sosial terutama pada anak muda.

"Orang yang merokok di tempat umum akan dilihat oleh orang lain, tidak menutup kemungkinan oleh anak-anak. Hal ini bisa membuat anak cenderung meniru untuk merokok," ujar Fuad saat diwawancarai di kegiatan Kampanye Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia di Lotte Shopping Avenue, seperti ditulis Senin (1/6).

Fuad juga menambahkan agar sebaiknya orang dewasa merokok dengan penuh tanggung jawab yakni tidak mengganggu kesehatan orang lain dan bahkan tidak memengaruhi perilaku anak.

Dr Priyo Sidipratomo Sp.Rad(K), Ketua Umum Komnas PT juga menyebutkan kerusakan sosial lainnya dari rokok. "Menjadi perokok adalah gerbang untuk menjadi pencandu narkoba," imbuhnya.

Hal ini juga disetujui oleh Fuad. "Pada dasarnya rokok bisa dikatakan sebagai zat adiktif, karena penggunanya mengalami kecanduan. Biasanya, pencandu rokok akan memiliki kemungkinan lebih besar untuk mencoba narkoba. Misalnya mulai dari mencoba rokok ganja, lalu jenis narkoba lainnya," ujarnya.

Selain memicu kerusakan sosial, paparan asap rokok baik untuk perokok aktif maupun perokok pasif sama-sama terbukti menyebabkan risiko penyakit jantung, kanker, dan penyakit lainnya. Paparan asap rokok orang lain selama 30 menit sudah mampu membuat racun dalam rokok masuk aliran darah dan menyebabkan pembekuan darah yang meningkatkan risiko jantung dan stroke. (detikhealth/y)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru