Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 02 Juli 2026
Komunitas Pop Art Terbesar

WPAP Berkontribusi Besar Aliran Potrait Kontemporer di Indonesia

- Senin, 12 Juni 2017 21:05 WIB
1.092 view
WPAP Berkontribusi Besar Aliran Potrait Kontemporer di Indonesia
Pop art merupakan seni yang memanfaatkan simbol-simbol dan gaya visual yang berasal dari media massa yang populer seperti koran, majalah, iklan, televisi dan komik. Seni pop art sendiri dibawa  Andy Warhol dari Amerika yang merepetisi foto wajah-wajah artis Hollywood sebut saja Marilyn Monroe atau Elvis Presley dengan menggunakan silk screen serta warna-warna komplementer di tahun 1950-an dan berkembang hingga kini.

Salah seorang seniman dan illustrator senior asal Indonesia, Wedha Abdul Rasyid di setiap karya pun terlihat ciri khas tersendiri. Ciri inilah yang akhirnya melahirkan aliran Wedha's Pop Art Potrait (WPAP). WPAP lahir setelah Wedha melakukan satu pameran tunggal karyanya yang digelar di Bentara Budaya  tahun 2008 lalu.

Para penikmat karyanya sangat tertarik dan ingin belajar dari wedha dan sampai akhirnya mereka pun menggelar pameran pertama mereka. Pada 27 September 2010 di Grand Indonesia yang diprakarsai Itok Soekarso, Sungging Priyanto, Gunawan Syarifudin, Walet Mullz dan beberapa murid Wedha yang menghimpun diri hingga lahirlah WPAP community.

Setelah resmi berdiri, banyak yang ingin bergabung menjadi anggota WPAP community yang hingga kini beranggotakan  35.000 orang yang tersebar di seluruh  kota di Indonesia. 1000 diantaranya berasal dari Jakarta. Untuk menjadi anggotanya pun tidaklah sulit, para calon WPAP-ers (sebutan anggota WPAP) hanya cukup bergabung di jejaring sosial media yakni facebook atau situs resmi WPAP tanpa dipungut biaya alias free.

"Di grup facebook terdapat tip dan tutorial yang dibagikan secara gratis. Biasanya para anggota tinggal mengupload karya mereka dan nanti akan dikomentari oleh sesama anggota. Adminnya sendiri diambil dari para senior yang bertugas sebagai moderator yang ditunjuk untuk memantau kelompok belajar di sini," ujar Itok Soekarso, selaku ketua komunitas.

WPAP sendiri suka mengadakan gathering yang dilakukan setiap minggu. Pada saat ajang ketemuan dibuatlah live tutorial gratis yang diadakan di Cafe Pop Art yang berada di kawasan Kebayoran Lama-Jakarta Selatan. "Live tutorial juga bertujuan untuk kaderisasi kepengurusan komunitas ini, buat mereka yang dinyatakan lulus biasanya dijadikan pengajar pada periode berikutnya," lanjut Ito.

Hebatnya, WPAP tidak hanya berkembang di Indonesia, tetapi banyak negara lain seperti Arab, Turki, Rusia, Malaysia, Filipina, Irak, Hongkong dan banyak lagi.
Media sosial berperan penting dalam penyebaran informasi yang berdampak dalam pengembangan komunitas ini. "WPAP digagas oleh orang Indonesia dan marak berkembang di negeri ini. Harapan saya WPAP memberikan sumbangsih pada aliran seni kontemporer di Indonesia," tutupnya. (komunita.id/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru