Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 02 Juli 2026
Arsyad Lubis Pimpin DPP Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamong-prajaan Sumut

Gubsu: Pamong yang Sekedar “Yes Man” akan Menjerumuskan Pemimpin

* Ketua DPN IKAPTK Reydonnyzar Moenek: 58 Persen Camat Tidak Memiliki Latar Belakang Ilmu Pemerintahan * Arsyad Lubis: IKAPTK Dukung Kebijakan Pemprovsu, Harapkan Bupati/Wali Kota Berdayakan Alumni Pendidikan Tinggi Kepamong-prajaan
- Senin, 24 Juli 2017 20:38 WIB
912 view
Gubsu: Pamong yang Sekedar “Yes Man” akan Menjerumuskan Pemimpin
SIB/Horas Pasaribu
PENGURUS: Gubsu HT Erry Nuradi bersama DPN IKAPTK, Dr Drs Reydonnyzar Moenek (Ketum), Drs Safrizal ZA MSi (Sekjen), Dr Agus Fatoni MSi (Ketua Harian) diabadikan bersama Ketua DPP IKPTK Sumut, Drs H Arsyad Lubis serta Pengurus DPP IKAPTK Sumut periode 2017
Medan (SIB) -Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK), Reydonnyzar Moenek, melantik kepengurusan Dewan Pengurus Provinsi (DPP) IKAPTK Sumut periode 2017-2020, Kamis (20/7) malam di Aula Martabe Kantor Gubsu.

Reydonnyzar yang akrab dengan panggilan Donny ini adalah jebolan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN). Ia mengakhiri kariernya di birokrat sebagai Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri. Saat ini Wakil Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang sekarang berganti nama Pendidikan Tinggi Kepamong-prajaan (PTK). Donny juga pernah menjabat Plt Gubernur Sumatera Barat pada tahun tahun 2015-2016 mengisi kekosongan jabatan orang nomor 1 di provinsi itu sampai dilantiknya Gubernur Sumbar terpilih.

Pelantikan tersebut dihadiri Gubsu HT Erry Nuradi, pamong senior/sesepuh IKAPTK, Dr RE Nainggolan MM, Drs Kasim Siyo MSi PhD, para anggota dan para perwakilan bupati/wali kota se-Sumut.

Acara diawali dengan prosesi pelantikan oleh Donny, dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat kepada pengurus DPP IKAPTK Sumut yang baru dilantik.
Pengurus DPP IKAPTK Sumut yang dilantik terdiri dari antara lain, Ketua DPP, Dr Drs Arsyad Lubis MM yang juga Kadis Pendidikan Provsu, Wakil Ketua I Drs H Jumsadi Damanik S MHum, Wakil Ketua II H Faisal Hasrimi AP MAP.

Sekretaris Dr Drs M Ismael P Sinaga MSi, Wakil Sekretaris Puji Latuperissa SSTP dan lainnya. Bendahara A Rasyid Ritonga AP MM, Wakil Bendahara Fuad Ghazali Damanik SSTP, didukung bidang-bidang lainnya.

Duduk sebagai Dewan Pembina, Gubsu HT Erry Nuradi dan anggota Wakil Gubsu H Nurhazijah Marpaung.

Dewan Penasehat antara lain Dr RE Nainggolan MM dan Drs Kasim Siyo. Kemudian Bukit Tambunan MAP (Kadisnaker Provsu yang saat ini maju sebagai Balon Bupati Dairi) duduk sebagai Dewan Pakar.

JANGAN MENJERUMUSKAN
Gubsu HT Erry Nuradi, mengawali sambutannya, menyampaikan selamat kepada pengurus baru DPP IKAPTK Sumut. Peran alumni IPDN atau yang tergabung dalam DPP IKAPTK Sumut sangat penting dalam pemerintahan.

Karena keberhasilan pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan di Sumut tidak terlepas dari peran serta para anggota organisasi IKAPTK.

Sebagai organisasi, IKAPTK  memiliki anggota yang tersebar di seluruh Indonesia dengan jabatan dan tugas tertentu, bahkan ada terpilih menjadi kepala daerah.

Ini tentu sangat banyak membantu kemajuan bangsa ini. Kami menaruh harapan bahwa DPP IKAPTK Sumut dapat berbuat lebih banyak dalam penyelenggaraan pemerintahan yang kompleks sekarang ini di Sumut, kata Erry.

Karenanya, DPP IKAPTK Sumut harus memiliki konsep integritas kebangsaan, dan harus mengambil peran dalam hal percepatan terwujudnya pembangunan di daerah.

"Kami sebagai pejabat publik yang dipilih oleh rakyat, jika dibandingkan ilmu pemerintahannya dengan para alumni IPDN, tentu pasti  jauh lebih baik dari tamatan IPDN.

Namun sebagai pamong yang baik, harus bisa memberikan penjelasan dan pengertian kepada para pejabat publik yang dipilih oleh rakyat. Jangan menjadi "yes man", jangan menjadi ABS (Asal Bapak Senang). Ini justru membahayakan pemimpinnya dari hasil pilihan rakyat," katanya.

Dia juga berpesan kepada para alumni IPDN, agar menjaga dan mengingatkan pimpinannya dengan berbagai aturan yang ada, sesuai ilmu pemerintahan yang dia dapatkan di IPDN. Jangan menjadi "yes man" saja. Sampaikan apa yang boleh, dan apa yang tidak boleh.

Jika itu tidak saudara-saudara lakukan, maka anda-anda ikut menjerumuskan pimpinan saudara. Saat ini di Pemprovsu, itu menjadi pegangan kami, termasuk saya saat menjadi orang baru di pemerintahan sejak 10 tahun lalu di Sergai," ujar Erry.

Untuk itu, dia berharap kepada para pamong, baik yang baru tamat maupun yang senior, harus bisa memberikan sesuatu yang berdasarkan aturan. Apalagi aturan selalu berubah-ubah dan banyak peraturan baru tentang pemerintahan yang sangat signifikan saat ini berubah, khususnya di bidang pendidikan dan lainnya.

"Kami sangat berterimakasih kepada peran IKAPTK Sumut selama ini,  dengan peran DPP IKAPTK Sumut, pemerintahan di Sumut dapat berjalan baik dan sesuai dengan relnya. Dan tentunya juga diharapkan dengan peran IKAPTK Sumut, Pemprovsu akan menjadi pemerintahan yang lebih baik lagi di masa mendatang," ujar Gubsu mengakhiri.

TIDAK MEMILIKI ILMU PEMERINTAHAN
Sementara itu Reydonnyzar Moenek dalam sambutannya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada HT Erry Nuradi yang bersedia hadir dalam acara itu, untuk memberikan dorongan dan motivasi kepada para pengurus baru DPP IKAPTK Sumut.

Saat ini 58 persen camat tidak memiliki latar belakang ilmu pemerintahan. Maka Mendagri telah menggagas pembekalan profesi kepamong-prajaan bagi aparat pemerintah yang tidak memiliki ilmu pemerintahan. Mereka akan dididik selama sembilan bulan di IPDN.

"Kami berharap peran Alumni IPDN, khususnya pengurus DPP IKAPTK Sumut yang baru dilantik, dapat memberikan sumbangsih pemikiran sebagai abdi masyarakat dan abdi negara di Sumut," papar Donny.

"Institut Pemerintahan Dalam Negeri yang disingkat IPDN saat ini memiliki sembilan kampus, yang terdiri dari 7.000 praja dan 50.000 alumni tersebar di seluruh Indonesia.

Saat ini IPDN juga sudah mencetak sarjana Strata 2 dan S3 (Doktoral) di bidang ilmu pemerintahan.

Adapun kampus IPDN itu antara lain berada di Cilandak, Baso (Sumbar), Kaltim, Sulut, Sulsel, Papua dan NTT.

Ke depan, IPDN juga akan dibuka di Rokan Hilir, Riau, dan Pekanbaru.

BERI PELAYANAN
Dia mengatakan, saat ini tugas pejabat negara adalah memberikan pelayanan kepada rakyat, bukan lagi dilayani masyarakat. "Di IPDN tidak ada lagi yang namanya kekerasan dan demikian juga dalam penerimaan calon praja baru sudah transparan. Setiap penerimaan calon praja baru, kami selalu diawasi KPK.

Dengan dasar itu juga KPK memberikan penghargaan dan apresiasi kepada kami. Jika ada praja yang melanggar aturan kami juga memberi peringatan dan bahkan sampai pemecatan. Ini dilakukan agar IPDN dapat mencetak alumni-alumni yang handal dan dapat melayani masyarakat dengan baik," ujar Donny.

MENDUKUNG
Sementara Ketua terpilih Arsyad Lubis mengatakan, pelantikan ini merupakan dinamika dalam sebuah organisasi.  Pihaknya dan pengurus yang baru dilantik juga mengucapkan  terimakasih atas kepercayaan yang diberikan  dan siap menjalankan amanah organisasi ke depan. "Ucapan terimakasih juga kami sampaikan kepada pengurus yang dulu, yang telah bekerja keras sehingga  IKAPTK ini tetap eksis di Sumut sampai saat ini. Ini juga menjadi motivasi bagi kami untuk dapat bekerja lebih baik lagi ke depannya," katanya.

Arsyad menegaskan, IKAPTK Sumut siap mendukung kebijakan Pemprovsu, dibawah kepemimpinan Gubernur HT Erry Nuradi.

BERDAYAKAN
"Kami juga berpesan kepada para bupati/wali kota agar dapat memberdayakan para alumni dari Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan yang ada di daerah masing-masing. Sehingga dapat mendukung setiap program pemerintahan, pembangunan maupun kemasyarakatan," imbaunya. (A11/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru