Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 28 Oktober 2026

Komunitas Ahli Hukum GPIB Apollos, Posisikan Kasih Sebagai Panglima

Redaksi - Senin, 20 Januari 2020 18:26 WIB
1.219 view
Komunitas Ahli Hukum  GPIB Apollos, Posisikan Kasih Sebagai Panglima
Foto: SIB/Oki Lenore
Apollos: Ketua Yayasan Hukum GPIB ‘Apollos’ Sumatera Utara - Aceh Mr Banuara Sianipar SH MH CPHR dalam ibadah di GPIB Immanuel Medan, Sabtu (18/1) bersama Penasihat Pdt Johny Alexander Lontoh MMIn MThdan pengurus lainya.
Medan (SIB)
Ketua Pengurus Pusat Yayasan Hukum - Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB) Apollos Dr Prastopo SH MH menyerahkan SK kepengurusan Yayasan Hukum GPIB Apollos Sumut - Aceh pada Banuara Sianipar SH MH CPHR sebagai ketua didampingi Penasihat Pdt Johny Alexander Lontoh MMIn MTh di Jakarta. Sabtu - Minggu (18 - 19/) kepengurusan ditabalkan dalam ibadah di GPIB Immanuel Medan dan dikenalkan pada publik di Alpha Omega Medan.

Ketua II Majelis GPIB Dr Sheila A Lumampuw - Salomo SH MH di dua kegiatan itu mengatakan, meski kepengurusan terdiri dari ahli hukum yang memiliki segudang teori memenangkan perkara sesuai hukum positif, namun Yayasan Hukum - GPIB Apollos tidak boleh kaku menerapkannya karena wadah ini justru memosisikan kasih sebagai panglima kehidupan.

"Hukum adalah panglima, benar. Itu dalam kehidupan sekuler. Apollos adalah sayapNya di bumi, dan kasih adalah panglima," tegas pengacara sohor yang mengaku sudah kehilangan jati diri sebagai pengacara.

Ia menunjuk kasus pengambilalihan aset GPIB di Jawa Tengah. GPIB sudah menang secara hukum, tapi justru menyerahkan aset dan membayar pada pihak 'yang menduduki' karena 'kelompok menduduki' menggunakan lahan milik GPIB sebagai pengembalaan. "Di lokasi itu ada gereja. Di mana kasih GPIB jika harus menggusur gereja," tegas Sheila Lumampuw - Salomo.

Prastopo menegaskan hal serupa. Menurutnya, tugas pribadi di Yayasan Hukum GPIB adalah melindungi GPIB secara keseluruhan atas dasar hukum. "Soal kasih, nanti dibicarakan setelah ada kepastian hukum. Tetapi benar, GPIB itu penuh kasih dan harus direalisir dari kehidupan," ujarnya.

Ia mengatakan pengukuhan di Sumut -Aceh adalah yang ketiga di Indonesia. "Saya optimistis, dengan personel dalam Yayasan Hukum GPIB Apollos Sumut - Aceh para pendekar hukum, maka dapat menyinkronkan kasih dan hukum," ujar Pratopo.

Pdt Johny Alexander Lontoh menegaskan soal kasih, tapi kasih bukan berarti menempatkan hal-hal yang mematikan kasih. "Banyak aset GPIB Sumut - Aceh yang seperti tidak bertuan hingga dikuasai pihak lain. Hal-hal seperti itu yang harus dilindungi dan ditegaskan secara hukum positif," ujar Ketua Mupel GPIB Sumut -Aceh yang Gembala Jemaat GPIB Immanuel Medan tersebut.

Sebagai pemegang mandat tugas gerejawi, Banuara berjanji akan menjalankan amanat tersebut. "Begitu ada instruksi, pasti bergerak sesuai hukum. Kasih ada pada bagian eksekusinya".

Pada silaturahim massal di Gedung Alpha - Omega, hal serupa ditegaskannya. "Tugas maksimal makin menuntut konsentrasi," ujar Banuara Sianipar yang memegang tanggung-jawab pimpinan sampai Yayasan Hukum GPIB Apollos Sumatera Utara - Aceh sampai 31 Oktober 2024.

Kepengurusan untuk wilayah Sumut - Aceh terdiri dari Wakil Cahaya Nur Cahaya Rajagukguk SH MH, Sekretaris dan Wakil: Julianus Simatupang SH dan Ferdinand Situmorang SH. Bendahara MT Tampubolon SH. Bidang Ligitasi: Roy Simamora Sh dan Hengky Silaen SH. Bidang Nonligitasi Dr Dayat Limbong SH MHum dan Boni Korengkeng SH. Bidang Penelitian dan Pengembangan Jhon Pieter Siagian SH MH dan Eruah Komalawati SH. Bidang Pendidikan dan Pelatihan Stefi Seline M Ginting SH MH.

Hadir di dua kegiatan tersebut sejumlah tokoh publik seperti JA Ferdinandus, Bendahara Panitia Pembangunan Gereja GPIB Madumma Jemaat Immanuel Medan Amima Jakobus dan Sie Dana Debbie Rattu - Lumenta, Sekretaris David SG Pella SH yang diketahui Pembina Pnt Andrie Petrus Hendrik Nelwan. (Rel/R9/c)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru