Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026

Komunitas Berbagi Beras Bantu Warga Miskin Tanpa Pamrih

Redaksi - Minggu, 16 Februari 2020 23:27 WIB
231 view
Komunitas Berbagi Beras Bantu Warga Miskin Tanpa Pamrih
komunita.id
Yogyakarta (SIB)
Komunitas yang bertujuan membantu manusia tanpa pamrih bisa dilihat dari Komunitas Berbagi Beras (KBB) di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Komunitas ini rutin berbagi logistik seperti beras kepada warga miskin yang berjumlah ratusan.

Zaenuri Koordinator KBB menjelaskan pada hari Minggu (26/1) lalu pihaknya membagikan 4,44 ton beras, paket sembako hingga bantuan korsi roda. "Ada donatur tetap kami yang jumlahnya lebih dari 500. Selalu ada donor setiap bulannya," katanya.

Aksi membagikan beras dan paket lainnya ini sudah dilakukan Komunitas Berbagi Beras dua tahun lalu. Setiap penerima beras 5 kg sudah diseleksi secara ketat oleh komunitasnya. "Bantuannya yang diberikan sesuai kondisi. Penerimanya memang harus masuk kategori miskin mutlak," katanya.

Zaenuri mengatakan bagi penerima yang sangat membutuhkan akan mendapatkan bantuan logistik lainnya. Ada 890 sasaran yang mendapatkan bantuan secara keseluruhan. "Bantuan kami bagi di Kabupaten Bantul, Gunungkidul, Sleman, dan Kulonprogo," ujarnya.

Zainuri menjelaskan, selain membagikan beras komunitasnya juga memberikan bantuan 33 kursi roda bagi warga disabilitas bantuan berupa alat bantu jalan. Dari penyebaran bantuannya lebih banyak menyasar di wilayah Kabupaten Bantul. "Relawan Komunitas Berbagi Beras kami sekitar 200 relawan yang membantu mencari penerima bantuan dan pendistribusian bantuan," tuturnya.

Komunitas Berbagi Beras ini menggunakan ruangan berukuran 8 meter X 10 meter di rumah milik Subardianto di Dusun Bibis, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul. Bardi sapaannya mengaku ikhlas memberikan rumahnya untuk kegiatan Komunitas Berbagi Beras. "Dari pertama komunitas ini berdiri saya berikan ruangan di rumah ini untuk kegiatan (KBB). Setiap minggu kedua akhir pekan pasti aktivitas sibuk," katanya.

Bardi tidak ragu ketika terlibat langsung di kegiatan KBB ditengah kesibukannya menjadi seorang petani. Ia pun selalu siap membantu kegiatan dari KBB. "Aktivitas pagi hari ke sawah, siangnya di sini. Bagi berasnya kan setiap bulan pada minggu kedua," ujarnya.

Bardi mengaku berada dalam KBB merupakan kebanggaan dan panggilan jiwa. Tidak hanya dirinya, total ada sembilan anggota keluarganya yang juga ikut mulai dari dua anaknya, dua cucunya, istri, paman, dan menantunya. "Saya yang penting bisa bermanfaat," tuturnya. (liputan6.com/f)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru