Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Maret 2026

BNN Sebut Game Online Pintu Masuk Narkoba

- Jumat, 22 Desember 2017 12:25 WIB
357 view
BNN Sebut Game Online Pintu Masuk Narkoba
Mataram (SIB) -Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyebut game online sebagai salah satu pintu masuk penyalahgunaan narkoba terutama di kalangan anak-anak.

"Awalnya mereka mengonsumsi obat keras seperti tramadol kemudian coba-coba ke jenis sabu," kata Kepala Badan Narkotika Nasional H Nur Rachmat di Mataram, Kamis (21/12).

Nur Rachmat mengatakan, dorongan anak-anak mengonsumsi obat-obat terlarang guna meningkatkan daya tahan tubuhnya sehingga bisa terus bermain game online selama 24 jam tanpa tidur. Kondisi itu berhasil teridentifikasi saat timnya melakukan konseling kepada sejumlah anak-anak atau pelajar yang datang dibawa oleh guru bimbingan konseling (BK) ke BNNK.

Menurutnya, berdasarkan data Januari-Desember 2017, jumlah klien penyalahgunaan narkoba dari kalangan anak-anak atau di bawah 18 tahun sebanyak 22 orang. Dari kasus tersebut, terindikasi ada anak yang telah melakukan penyalahgunaan narkoba sejak SD selama 10 tahun. Namun baru terdeteksi setelah masuk SMP. "Untuk menangani penyalahgunaan narkoba di kalangan anak-anak kami bekerja sama dengan guru BK, agar aktif melakukan pengawasan terhadap peserta didik," ujarnya.

Anak yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba biasanya malas, sering bolos dan melakukan tindakan-tindakan negatif. "Jika ada pelajar yang memiliki ciri-ciri seperti itu, guru BK segera melakukan konsultasi dan membawa ke Klinik Pratama BNNK Mataram," katanya.

Kepala BNNK Mataram mengatakan, fenomena gunung es kasus penyalahgunaan narkoba di kota ini mulai mencair. Hal itu terbukti dengan tingginya tingkat partisipasi masyarakat yang datang atas kesadarannya sendiri ke BNNK untuk mendapatkan rehabilitasi.

Dari hasil kasus dan indikasi temuan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar, BNNK memprediksi angkanya sekitar 13 persen atau di bawah nasional yang memprediksi sebesar 27 persen. "Harapan kami, peran orang tua, guru dan warga sekitar bisa lebih aktif lagi melakukan pengawasan, termasuk pemilik usaha game online," ujarnya.

Sementara Kasi Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mataram, Nurul menambahkan, untuk lebih meningkatkan kesadaran penyalahgunaan narkoba datang ke Klinik Pratama, masyarakat juga perlu menghilangkan stigma terhadap mereka.

"Stigma pelajar akan dipecat, mencoreng nama baik sekolah, dan stigma lainnya masih menjadi beban mereka untuk datang dan mau berobat. Padahal kami tetap merahasiakan identitas mereka dan kami jamin mereka tidak akan dikeluarkan dari sekolah," katanya. (SP/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru