Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Februari 2026

Seorang Wartawan Nyaris Dipukul Oknum Personil Polsek Medan Timur dengan Senjata

* Kapolsek Medan Timur Kompol Wilson B Pasaribu : Tidak Benar, Itu Sterilisasi Pengunjung
- Rabu, 13 Juni 2018 17:24 WIB
922 view
Seorang Wartawan Nyaris Dipukul Oknum Personil Polsek Medan Timur dengan Senjata
Medan (SIB)- Seorang wartawan harian lokal, Sudarmanto alias Anto (40), nyaris menjadi korban pemukulan yang dilakukan oknum personil Polsek Medan Timur berinisial A, Senin (11/6). Selain emosi dan hendak memukul Anto dengan gagang senjata laras panjang organik Polri di kawasan Mapolsek Medan Timur, A juga sempat membentak salah seorang personel polisi yang berniat meredakan emosinya, Senin (11/6) sore.

Kepada SIB, Selasa (12/6), Anto mengatakan, keberadaannya di Mapolsek Medan  Timur karena ada janji temu dengan seseorang di sana. Namun saat menunggu di depan bangunan sebelah Mapolsek Medan Timur, tiba-tiba A yang saat itu mengenakan pakaian biasa tanpa alas kaki mendatanginya.
 "Tiba-tiba, dia datang sambil marah-marah dan mengusir saya. Saya berada di situ karena mau mengantarkan surat, kepada seseorang yang janjinya bertemu di mesjid samping  Mapolsek Medan Timur. Sama sekali tidak ada kepentingan dengan petinggi atau personil Polsek Medan Timur," ujarnya.

Meski Anto telah menjelaskan dan menunjukkan identitasnya sebagai  wartawan, A yang semakin marah malah mengarahkan senjata laras panjangnya dan hendak memukulkan ke arah Anto. Tak hanya itu, A bahkan menantang duel personil polisi yang hendak menengahi kejadian  itu.

"Banyak personil polisi yang melihat, bahkan ada seorang perwira yang berniat melerai malah ditantangnya berduel. Di piket Polsek Medan Timur ada rekaman CCTV, pasti aksi arogan oknum polisi itu terlihat," sebutnya.

A akhirnya bisa ditenangkan oleh beberapa warga lainnya. Sementara, perwira polisi tadi kemudian memilih meninggalkan lokasi.

"Saya tadi kasihan lihat rekan wartawan itu, makanya saya berusaha melerai," jelas perwira polisi itu.

Dikonfirmasi melalui telepon seluler, Kapolsek Medan Timur Kompol Wilson Bugner Pasaribu menyebutkan, hal itu merupakan sterilisasi pengunjung untuk keamanan Polsek. Pihaknya mewajibkan para pengunjung meninggalkan identitas saat hendak memasuki Mapolsek Medan Timur.

"Kata nyaris itu artinya tidak terjadi. Info dari Kanit Provos, hal tersebut tidak benar. Polsek Medan Timur harus melakukan sterilisasi terhadap pengunjung, guna keamanan. Jadi setiap pengunjung wajib meninggalkan identitas jika hendak memasuki Mapolsek, untuk antisipasi hal-hal yang tak diinginkan. Penyebabnya hal-hal sepele menurut orang lain, sehingga seolah-olah mempersulit saat hendak masuk Polsek. Padahal itu untuk keamanan. Siapapun dia dan apapun profesinya. Jadi bagi yang tidak berkenan, biasanya menolak untuk diperiksa. Padahal itu hanyalah semata untuk keamanan," jelasnya. (A15/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru