Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 April 2026

3 Tersangka Pembunuh Frengki Togatorop Ditangkap

* Motifnya Diduga Sakit Hati
- Sabtu, 01 Februari 2014 15:49 WIB
2.252 view
3 Tersangka Pembunuh Frengki Togatorop Ditangkap
SIB/Roy Damanik
Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Ronald Sipayung SH SIK (kanan), memaparkan ketiga tersangka pembunuhan, berikut barang bukti berupa 1 sepedamotor, kelewang dan badik, di Mako Polsek Percut Sei Tuan.
Medan (SIB)- Petugas Reskrim Polsek Percut Sei Tuan memaparkan 3 tersangka pembunuhan Frengki Togatorop alias Frengki Tato (42) warga Jalan Selambo Ujung Gg Sofian, Blok II Kampung Melayu Dusun Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, yang ditangkap di lokasi yang berbeda, Kamis (30/1).

Awalnya polisi meringkus, AM (31) warga Jalan Dame Pasar IV Dusun VII Desa Marindal II, Kecamatan Patumbak pada, Senin (27/1) malam di daerah Selambo. Dari hasil pengembangan, petugas menangkap 2 tersangka lagi di satu hotel di Padang Bulan. Kedua eksekutor pembacokan dan penikaman tersebut yakni, TS (25) dan DG (38) keduanya warga Jalan Bendungan I Lingkungan II, Kelurahan Bangun Mulia Kecamatan Medan Amplas.

AM ketika diwawancarai mengaku perannya hanya mengantar kedua tersangka ke rumah korban. "Sebelum kejadian, kedua tersangka menemui aku agar menunjukan rumah Frengki. Saat itu juga aku, TM dan temanku langsung mengantar TS dan DG. Saat itu kami 4 sepedamotor ke rumah korban.

Sesampainya di lokasi, keduanya langsung masuk ke dalam rumah Frengki dan membacokinya, selanjutnya kami meninggalkan lokasi," ujarnya.

Sementara itu, TS mengaku selama ini sakit hati terhadap korban. "Masalahnya karena lahan garapan. Beberapa waktu lalu tanaman jagungku dibabat anak buah Frengki, dan semenjak itu aku tak terima.

Saat waktu yang tepat, kami mendatanginya ke rumah untuk menanyakan apa maksudnya merusak tanaman itu. Tetapi korban langsung menantang aku, dan langsung kubilang sama Frengki "Melawan kau?".

Tetapi korban menantang aku, dan mengatakan kalau melawan kenapa rumanya," jelasnya.

Tambahnya, tiba-tiba korban langsung kabur dari arah belakang. "Frengki kabur menuju pintu belakang dan langsung kami kejar sembari membacok kepala, pundak dan pinggang dengan menggunakan kelewang.

Tetapi korban berhasil ke luar rumah, sembari berlari menuju ke warung kopi. Di situ korban berhasil kami kejar, dan kembali kami bacok, tambah TS.

Sementara itu DG mengaku sakit hati juga terhadap korban. "Aku juga memang sakit hati sama korban, dan saat ada kesempatan, saat itu juga aku membacoknya. Ketika di depan warung, langsung kubacok kepala, leher, bahu serta dada sebelah kiri korban dengan pisau.

Saat kejadian, banyak ibu-ibu yang melihat, tetapi tak kami hiraukan. Sewaktu kami lihat Frengki terkapar, kami langsung menuju sepedamotor dan meninggalkan lokasi.

Ketika kedua tersangka ditanyai apakah ada yang menyuruh untuk membunuh Frengki, TS dan DG hanya diam. Keduanya terkesan menutupi sesuatu, seperti ada yang dirahasiakan.

Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Ronald Sipayung SH SIk, ketika dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya saat ini masih melakukan pengejaran terhadap beberapa orang yang juga terlibat serta yang menyaksikan pembunuhan terhadap korban.

"Identitas para tersangka sudah kita kantongi, dan saat ini petugas kita sedang melakukan pengejaran ke beberapa lokasi. Saat penangkapan terhadap TS dan DG yang merupakan eksekutor, saat itu kita dibantu Kanit Jahtanras Polresta Medan, AKP Daniel Marinduri.

Tersangka dikenakan Pasal 338 Subs 170 Ayat (3) lebih Subs 351 Ayat (3) Jo 55,56 KUHPidana, dengan ancaman kurungan maksimal 15 tahun penjara," jelas Ronald. (A24/d)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru