Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 19 Januari 2026

Polda Sumut Gagalkan Penyelundupan 190 Kg Sabu di Perairan Langkat, Gubernur Beri Dukungan Penuh

Arthur Simanjuntak - Rabu, 20 Agustus 2025 18:47 WIB
51 view
Polda Sumut Gagalkan Penyelundupan 190 Kg Sabu di Perairan Langkat, Gubernur Beri Dukungan Penuh
(Foto harianSIB.com/Arthur)
Konferensi pers yang digelar di Mapolres Langkat, Rabu (20/8/2025)
Langkat(harianSIB.com)
Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika dalam jumlah besar di perairan Langkat. Sebanyak 190 kilogram sabu disita dari sebuah kapal nelayan dalam operasi yang menegaskan komitmen aparat dalam memberantas peredaran barang haram di wilayah tersebut.

Pengungkapan kasus ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi, sebagaimana disampaikan oleh Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution.

Dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Langkat, Rabu (20/8/2025), Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, membuka acara dengan menegaskan bahwa pemberantasan narkotika merupakan salah satu prioritas utama pemerintah.

"Permasalahan peredaran narkoba di Indonesia menjadi perhatian Bapak Presiden Prabowo Subianto dan ini bagian dari Astacita ketujuh, tentang pencegahan dan pemberantasan korupsi, narkoba, judi, dan penyelundupan," ujar Kombes Ferry.

Kronologi dan Barang Bukti

Direktur Reserse Narkotika Polda Sumut, Kombes Pol Jean Calvijn, memaparkan detail penangkapan. Ia menjelaskan bahwa timnya berhasil mencegat kapal nelayan bernama "Oskadon" di perairan lepas yang diduga kuat akan menyelundupkan narkotika ke wilayah Langkat.

"Dari kapal tersebut, kami menemukan 190 kilogram sabu yang telah dikemas rapi," jelas Kombes Calvijn.

Secara total, dalam paparan tersebut diungkapkan barang bukti yang berhasil diamankan dalam berbagai operasi meliputi 206 kg sabu, 70.000 butir ekstasi, 9.000 butir Happy Five, 170 gram kokain, dan daun ganja kering.

Tantangan Pemberantasan di Langkat

Kombes Calvijn juga menyoroti beberapa tantangan dan modus operandi yang sering ditemukan di Kabupaten Langkat. Wilayah ini, menurutnya, menjadi sasaran empuk peredaran narkoba.

"Ada lima hal menarik yang kami temukan. Pertama, masuknya narkoba melalui jalur perairan. Kedua, banyaknya kafe-kafe yang disalahgunakan. Ketiga, transaksi yang kini marak melalui media sosial dan tempat hiburan malam," paparnya.

Ia menambahkan, modus lainnya adalah penggunaan sistem pengawasan berlapis dan eksploitasi anak di bawah umur sebagai kurir untuk mengelabui petugas. Pihak kepolisian juga telah aktif melakukan penggerebekan di barak-barak narkoba dan tempat hiburan yang dicurigai.

Konferensi pers ini turut dihadiri oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Bupati Langkat Syah Afandin, Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, serta perwakilan dari Kota Binjai, BNN, dan Bea Cukai Medan, yang menunjukkan sinergi antarlembaga dalam perang melawan narkoba.(**)

Editor
: Bantors Sihombing
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru