Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 28 Januari 2026

KPK Buru Juru Simpan Uang Korupsi Kuota Haji

Redaksi - Minggu, 21 September 2025 15:27 WIB
668 view
KPK Buru Juru Simpan Uang Korupsi Kuota Haji
CNN Indonesia/Andry Novelino
Ilustrasi. KPK buru juru simpan uang korupsi kuota haji.

"Tidak harus setiap orang yang mengumpulkannya. Kita dari orang tersebut yang sedang kita cari, sedang kita identifikasi, nanti kalau sudah kita ketahui bahwa ternyata uang-uang ini mengumpul atau berkumpul pada seseorang, atau boleh dibilang juru simpannya, itu akan memudahkan bagi kami penyidik untuk melakukantracing," lanjut dia.

Jenderal polisi bintang satu ini menambahkan KPK sudah bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri aliran uang dimaksud.

"Misalkan begini, uangnya ada pada Mr. X. Kemudian Mr. X ini merupakan representasi dari siapa. Kemudian digunakan di mana saja. Kita bisa mengecek misalkan suatu saat digunakan di pertokoan mana. Digunakan untuk membayar sesuatu," tutur Asep.

"Misalkan kalau itu menggunakan kartu kredit ya. Di situ adarecord-nya. Atau ambil uang di tempat misalkan ATM itu adarecord-nya. Kita bisa mengecek karena di tempat-tempat tersebut juga ada CCTV-nya," sambungnya.

Meskipun ATM atas nama Mr. X, lanjut Asep, bisa saja yang menggunakannya adalah Mr. Y.

"Kita lihat bahwa ketika mengambil uang untuk menggunakan ternyata di videonya adalah Mr. Y. Kita bisa pastikan bahwa sesungguhnya yang memegang kendali atas rekening-rekening tersebut adalah Mr. Y. Mr. Y itu yang sedang kita telusuri,"

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ustaz Khalid Basalamah Kembalikan Uang, KPK Buru Dalang Korupsi Kuota Haji Rp1 Triliun
KPK: Deliserdang Masih Terjaga dari Praktik Korupsi!
KPK Panggil Dirut Taspen Terkait Kasus Investasi Fiktif
Vonis 20 Tahun PN Lubukpakam Bagi 5 Terdakwa Narkoba, LSM KPK RI Duga Ada Kejanggalan
KPK Terima Pengembalian Uang dari Khalid Basalamah Terkait Korupsi Kuota Haji
Apartemen Nadiem Makarim Digeledah, KPK Sita Sejumlah Dokumen
komentar
beritaTerbaru