Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 25 Februari 2026

Subdenpom Turun Gunung, Dugaan Oknum TNI Aniaya Warga Sergai Masuk Babak Baru

Muhammad Arif Hidayatullah - Rabu, 25 Februari 2026 11:51 WIB
124 view
Subdenpom Turun Gunung, Dugaan Oknum TNI Aniaya Warga Sergai Masuk Babak Baru
Foto: Dok/Tim Hukum Korban
Personel Subdenpom 1/1-1 Tebingtinggi melakukan olah TKP dugaan penganiayaan oknum TNI terhadap seorang warga Sergai, Selasa (24/2/2026).

Sergai(harianSIB.com)

Penanganan kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum TNI AD terhadap warga Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) memasuki babak baru. Subdenpom 1/1-1 Tebingtinggi turun langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Selasa (24/2/2026).

Olah TKP dilakukan di Dusun 4, Desa Kota Tengah, Kecamatan Dolokmasihul, tepatnya di depan kedai kelontong milik Arjun.

Dua personel Subdenpom terlihat melakukan rekonstruksi awal dengan menghadirkan korban, Edi Saputra (51), yang didampingi kuasa hukumnya, Alamsyah SH MH bersama tim.

Korban memperagakan secara langsung kronologi kejadian saat dirinya terjatuh dari sepeda motor hingga diduga dianiaya oknum TNI berpangkat Koptu berinisial B yang diketahui berdinas di Brigif Rimba Raya dan diperbantukan (BKO) di PTPN IV Regional I Kebun Saranggiting.

Baca Juga:
Kuasa hukum korban, Alamsyah SH MH, mengatakan olah TKP merupakan bagian dari rangkaian penyelidikan atas laporan yang telah disampaikan pihaknya.

"Setelah tahapan olah TKP ini, kami menunggu perkembangan selanjutnya dari penyidik. Langkah-langkah berikutnya tentu akan kami koordinasikan kembali," ujarnya, Rabu (25/2/2026).

Ia menilai, dari adegan yang diperagakan korban di lokasi, dugaan penganiayaan tersebut memiliki fakta yang kuat.

"Klien kami saat mengendarai sepeda motor ditendang hingga terjatuh. Setelah itu dipijak dan dipukuli. Kejadian ini juga disaksikan warga setempat, termasuk kepala dusun," tegasnya.

Ia menambahkan, dugaan penganiayaan itu terjadi pada Selasa (27/1/2026) pukul 19.30 WIB di pinggir jalan Desa Kota Tengah, Kecamatan Dolokmasihul.

Saat itu korban yang berprofesi sebagai tukang ojek mengaku tengah mengantarkan getah karet milik seseorang ke agen bersama rekannya.

Di tengah perjalanan, mereka berpapasan dengan oknum TNI yang kemudian berbalik arah sambil meneriaki maling.

"Karena panik, korban berusaha melarikan diri. Namun setibanya di lokasi yang ramai warga, sepeda motor yang dikendarainya ditendang hingga terjatuh," tambahnya

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius, di antaranya luka pada bagian hidung hingga kesulitan bernapas, empat gigi copot sehingga hanya bisa mengonsumsi makanan lunak, luka di pelipis, penglihatan mata kiri kabur, serta benjolan di bagian belakang kepala yang kerap berdenyut.

"Korban juga mengaku sempat diancam dengan senjata api jenis FN yang dikokang di hadapannya," pungkasnya

Dugaan penganiayaan disebut dipicu tuduhan pencurian karet milik PTPN IV seberat 20 kilogram.

Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan Subdenpom 1/1-1 Tebingtinggi untuk proses hukum lebih lanjut. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Terapkan RJ, Kejati Sumut Selesaikan Perkara Penganiayaan Sitorus di Porsea,Toba
Niat Baik Negur Berujung Petaka, Beny Prayogo Luka Dipukul Pakai Botol Bir
Setubuhi dan Aniaya Anak di Bawah Umur, Polres Tanah Karo Amankan Seorang Pemuda
Polrestabes Medan Tangguhkan Penahanan Persadaan Putra
Tersangka Penganiaya Hendi Hingga Tewas Ditangkap di Gunungmelayu Labura
Warga Guntingsaga Tewas Dianiaya, Diduga Pelaku Adik Mertua
komentar
beritaTerbaru
Lapas Kelas I Medan Panen Kangkung

Lapas Kelas I Medan Panen Kangkung

Medan(harianSIB.com)Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang produktif melalui