Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 08 Maret 2026

Diduga Rebutan Lahan Garapan, Ngatiran Tewas Ditikam OTK di Percut Sei Tuan

- Kamis, 13 Februari 2014 11:55 WIB
2.184 view
 Diduga Rebutan Lahan Garapan, Ngatiran Tewas Ditikam OTK di Percut Sei Tuan
SIB/Roy Damanik
Jenazah Ngatiran ditemukan di Dusun 9 Kampung Agas Pasar 3 Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan.
Medan (SIB)- Ngatiran (50) warga Jalan Pasar 3 Gg Karso Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli tewas ditikam orang tak dikenal (OTK), di Dusun 9 Kampung Agas Pasar 3 Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Rabu (12/2/2014) sore.

Keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian, korban pertama sekali ditemukan seorang ibu tua yang saat itu mencari kangkung di areal perladangan, yang merupakan lokasi tanah garapan. Seketika itu juga ibu tersebut berteriak minta tolong, karena melihat sesosok tubuh di dalam parit dengan posisi terlentang dan tidak bernyawa.

Warga sekitar yang mendengar teriakan tersebut langsung mendatangi lokasi dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Percut Sei Tuan. Mendapat laporan tersebut, personil Percut Sei Tuan mendatangi lokasi.

Polisi melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah korban ke Instalasi Jenazah RSU dr Pirngadi Medan, untuk otopsi.

Seorang warga sekitar sekaligus tetangga korban, Juwita boru Aritonang menyebutkan, ia sangat terkejut atas kematian korban. "Memang saya dan korban sangat dekat, dan juga kami sering mendapat ancaman dari beberapa orang. 1 bulan lalu, saya dan keluarga diancam akan dibunuh oleh beberapa orang dengan menggunakan kelewang, agar meninggalkan lokasi tanah garapan. Tetapi kami tidak mau, dan para pelaku yang diduga pembunuh korban menghancurkan rumah kami, lalu membakarnya," ungkapnya.

Tambahnya, ia dan korban telah berjuang mempertahankan tanah tersebut. "Saya beserta keluarga, warga yang lain dan korban sudah lama mempertahankan tanah ini, dan telah tinggal di sini selama 9 tahun. Setelah pembakaran tersebut, kami dan warga yang lain sering mendapat teror," tambahnya lagi.

Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Ronald Sipayung SH SIK ketika dikonfirmasi mengatakan pihaknya saat ini melakukan pengejaran terhadap orang yang dicurigai sebagai pelaku. "Dari keterangan saksi-saksi, kita mendapati beberapa nama yang diduga pelaku pembunuhan. Tetapi identitas yang dimaksud masih kita rahasiakan, untuk pengembangan selanjutnya. Setelah nama-nama tersebut kita amankan, baru bisa terungkap. Korban berada di rumah sakit, untuk keperluan otopsi. Dari lokasi, kita mengamankan sepeda listrik milik korban. Mudah-mudahan pelakunya secepatnya kita tangkap," jelasnya. (A24/f)




SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru