Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 28 Oktober 2026

Pembunuh Anak Polisi Ditangkap Di Sleman Yogyakarta

- Sabtu, 15 Maret 2014 17:47 WIB
630 view
Pembunuh  Anak Polisi Ditangkap Di Sleman  Yogyakarta
Medan(SIB)- Tersangka RPL  (24) warga Jalan Pendidikan Medan Tembung, yang sempat kabur selama 5 bulan, karena melakukan pembunuhan terhadap anak seorang polisi Mustafa Bakri Nasution (21),  warga Jalan Pendidikan Medan Tembung,  diringkus  petugas Unit Ranmor Sat Reskrim Polresta Medan dari daerah Sleman  DI Yogyakarta. beberapa waktu lalu.

Aksi pembunuhan yang dilakukan tersangka RPL bermotifkan sakit hati, karena  Mustafa Bakri Nasution(21) memacari adiknya Titin yang masih berusia 13 tahun. Meski telah dilarang agar jangan mendekati adiknya yang masih duduk di SMP,korban tetap berhubungan.

Puncaknya, Sabtu 12 Oktober 2013, korban yang duduk  bersama rekannya di warung Jalan Pendidikan Medan Tembung, dipanggil Titin. Setelah itu korban kembali lagi  bersama rekannya. Tidak lama berselang datang   RPL menemui korban untuk menantang berkelahi.

Tidak berapa lama terjadilah perkelahian antara korban  dengan tersangka.Dalam perkelahian itu, tersangka menusuk tangan dan dada korban berulang kali   menggunakan pisau lipat. Melihat korban tersungkur ke tanah, pelaku kemudian kabur  ke luar Medan.

Selama pelarian, pelaku  bersembunyi ke daerah Jambi, kemudian   ke Lampung dengan mengganti identitasnya dengan KTP palsu. Setelah itu ia  pindah ke Jakarta dan sempat bekerja sebagai marketing, kemudian pindah ke Malang, Semarang dan terakhir  ke Yogyakata.

Sementara itu, saat dihadirkan dalam gelar  di Polresta Medan,  tersangka   mengaku  tidak berniat membunuh korbannya.

"Memang korban pacaran dengan adik saya bang. Waktu itu, adik saya diajaknya sampai tidak pulang semalaman. saya sakit hatilah bang ," kata tersangka.

Sebelum kejadian pembunuhan, kata tersangka, korban sempat datang ke rumahnya. "Waktu itu dia (korban) datang ke rumah saya. Saya bilang ke ibu, bu tolong suruh pulang dia. Saya enggak mau lihat dia di sini," ungkap tersangka.

Mendengar permintaan anaknya, ibu tersangka kemudian menemui korban yang pada saat kejadian berada di teras rumah.Tapi korban  sempat melawan, sambil mengatakan  mau sampai kapan hubungan kami kayak gini bu.

Mendengar jawaban korban,pelaku menjadi emosi dan sakit hati.

Terlanjur emosi, tersangka yang pada saat kejadian menyimpan sebilah pisau di kantongnya kemudian menikam dada kanan korban. Saat itu korban langsung roboh bersimbah darah.

(A12/w)


Simak juga berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 15 Maret 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru