Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 19 Januari 2026

Moderamen GBKP dan Dinas Pertanian Karo Gelar Festival Kuliner

- Minggu, 15 Desember 2019 14:32 WIB
413 view
Moderamen GBKP dan Dinas Pertanian Karo Gelar Festival Kuliner
SIB/Sonry Purba
Para pengunjung saat menikmati dan konsumsi kuliner daging babi yang disajikan.
Moderamen GBKP bekerja sama dengan Dinas Pertanian Karo menggelar festival kuliner daging babi dan ceramah kesehatan di Jambur Adil Makmur Kabanjahe, Senin (9/12) sore. Hal ini dilakukan untuk mendorong masyarakat tidak takut mengonsumsi daging babi pasca serangan virus Hog Cholera dan suspect Virus African swine and fever (ASF) terhadap ternak babi di Karo.

"Kegiatan tersebut diprakarsai Moderamen GBKP melalui BPP Moria GBKP,BPP Mamre GBKP, jemaat GBKP bekerja sama dengan Dinas Pertanian Karo ,"ucap Sekum Moderamen Pdt Rehpelita Ginting STh.

Hadir dalam acara itu sejumlah SKPD di lingkungan Pemkab Karo dan dan ratusan pengunjung.

Menurut Ginting, kegiatan ini memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang kematian ternak babi yang terdampak pada kerugian ekonomi warga. "Sehingga tujuan utamanya masyarakat tidak takut mengonsumsi daging babi yang sudah dimasak. Dan mari menjaga kebersihan lingkungan," ajaknya.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Pertanian Kabupaten Karo. "Semoga kegiatan ini bisa kembali mendongkrak perekonomian rakyat," lanjut Herni Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Karo.

Menurutnya, data sementara Pemkab Karo, 1.673 ekor babi mati karena terserang virus Hog Cholera dan virus ASF. Untuk menghentikan penyebaran virus, Dinas Pertanian Karo sudah melakukan penyemprotan desinfektan terhadap kandang-kandang babi.

Kadis Pertanian Pemkab Karo, Metehsa Karo-Karo mengatakan, pihaknya tidak henti-hentinya menyosialisasikan kepada masyarakat dan mengimbau peternak/pemelihara agar tidak membuang bangkai babi yang terserang penyakit di sembarang tempat, khususnya tidak jauh dari pemukiman.

"Dalam hal ini dibutuhkan kesadaran semua pihak. Tadi ketika rapat di DPRD saya sudah mengusulkan agar tanah Pemda Karo yang berada di Desa Lingga dijadikan tempat penampungan/penguburan babi yang terserang virus", katanya.

Ia menambahkan, virus ASF atau demam Babi Afrika merupakan virus yang tidak berbahaya bagi manusia, tetapi mematikan untuk babi. Sejauh ini, belum ada vaksin yang dapat mencegah penularan virus tersebut.

Usai ceramah kesehatan dilakukan makan bersama dengan menu utama daging babi yang sudah diolah dan dimasak dengan matang sehingga aman dikonsumsi. (BR2/c)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru