Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Maret 2026

Ayam Napinadar dan Ikan Mujahir Tombur RM Unang Lupa Diminati Pejabat Poldasu

- Minggu, 06 September 2015 20:50 WIB
3.103 view
Ayam Napinadar dan Ikan Mujahir Tombur RM Unang Lupa Diminati Pejabat Poldasu
SIB/Roy Marisi Simorangkir SE
Direktur Dit Tahti Poldasu AKBP Weitimin Panjaitan bersama Kasubbid Penmas Humas Poldasu AKBP MP Nainggolan menikmati sajian makanan khas Batak di RM Unang Lupa.
Medan (SIB)- Bermodal menu andalan Ayam Napinadar dan Ikan Mujahir Tombur dengan bumbu utama andaliman, menjadikan Rumah Makan Unang Lupa diminati personil Poldasu, baik pejabat utama, perwira menengah (Pamen), perwira pertama (Pama), brigadir hingga tamtama. Dalam sehari, rumah makan yang tepat berada di depan Mapoldasu Jalan Medan Tanjung Morawa Km 16,5 Medan itu mampu menyiapkan sekira 350 porsi makanan.

Kepada SIB, Jumat (4/9), pasangan suami isteri pemilik rumah makan itu, J Nainggolan (63) dan P br Samosir (56) mengakui, dua menu andalan itu paling diminati pengunjung yang sebagian besar merupakan personil Poldasu itu.

"Ayam Napinadar adalah masakan ayam yang diberi bumbu khas Batak Andaliman, Ute Sira (asam Batak), cabe dan bawang. Sementara Ikan Mujahir Tombur, merupakan ikan yang diberi sambal rias (sambal khas Batak). Sambal rias adalah campuran dari cabe, kemiri, bawang bakar dan andaliman," ujar warga Jalan Perhubungan Gang Mandiri, Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Amplas.

Dijelaskan, rumah makan yang selama ini menjadi sumber penghasilan utama mereka bersama ketujuh anaknya itu dibuka mulai pukul 07.00 WIB hingga 19.00 WIB. Diakui, rumah makan itu paling sering ramai pada hari Senin, Rabu dan Jumat.

 Ditemui di rumah makan itu, Direktur Dit Tahti Poldasu AKBP Weitimin Panjaitan bersama Kasubbid Penmas Humas Poldasu AKBP MP Nainggolan mengatakan, cita rasa khas  bumbu andaliman itu menjadi penarik dan membuat pengunjung tak pernah bosan untuk selalu kembali ke rumah makan itu.

 "Di sini, semua makanannya sangat nikmat. Bumbu khas Batak di Ayam Napinadar dan Ikan Mujahir Tomburnya membuat kami seolah merasa kembali ke kampung halaman. Rasa andalimannya, membuat lidah bergetar dan sulit untuk melupakannya," ujarnya.

Dijelaskan, karena rumah makan itu selalu ramai pengunjungnya, membuat mereka harus datang tepat waktu, bahkan tak jarang terkadang harus bersabar menunggu saat rumah makan itu padat pengunjung. Namun menurut mereka, kesabaran menunggu terbayarkan dengan nikmatnya masakan yang disajikan.

"Sering ramai, khususnya pada hari aktif kerja. Terkadang kami juga harus bersedia menunggu saat rumah makan itu padat pengunjung, semua itu demi menikmati cita rasa makanan yang disediakan. Hampir setiap jam makan siang pada hari kerja kami sempatkan kemari, makanan yang disediakan sangat layak dinikmati," sebutnya.

 Pantauan SIB, rumah makan itu dipadati pengunjung dari berbagai suku dan kalangan profesi. Kenikmatan makanan yang disajikan disempurnakan dengan lantunan lagu Batak, sehingga membuat pengunjung merasa seperti berada di kampung halaman. (A19/f)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru