Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 10 Maret 2026

Menyikapi Candi Sebagai Warisan Kebudayaan Nusantara

- Sabtu, 13 Agustus 2016 17:42 WIB
534 view
Menyikapi Candi Sebagai Warisan Kebudayaan Nusantara
Di Indonesia, tercatat kurang lebih 294 Candi yang telah di-SK kan oleh pemerintah. Hingga saat ini masih banyak juga penelitan dan pemugaran candi yang masih berlangsung. Candi pada masa lalu berfungsi penuh sebagai pusat pemujaan agama Hindu maupun Agama Budha (Ramelan 2013:1). Oleh karena itu Candi dapat dibagi dua bagian yakni candi Hindu atau Candi Budha, walaupun juga terdapat candi dengan corak perpaduan antara Hindu dan Buddha seperti pada Candi Jawi. Istilah penyebutan Candi sendiri pun murni hanya digunakan di Nusantara, sementara di tempat lain digunakan penyebutan devagrha, prasada, bahkan koil (Ramelan 2013:1).

Bangunan Candi sejatinya memiliki banyak nilai yang dapat dijadikan falsafah hidup, dan menjadikannya monumen mengenai kearifan luhur bangsa kita. Bisa dilihat dari bagian terbawah candi hingga ke puncaknya yang memiliki nilai tersimpan. Semisal pada bagian relief candi yang mungkin sering luput dari perhatian masyarakat kita.

Pada relief candi terdapat berbagai cerita yang memang pada awalnya bercerita mengenai ajaran agama namun memiliki nilai nilai kehidupan yang sangat dalam. Ambillah contoh pada relief Candi Borobudur. Pada Candi ini pada bagian bawah terdapat relief Karmawibhangga (Balai Konservasi Borobudur, 2012:5).

Pada relief tersebut digamarkan bagaimana seharusnya seorang manusia bertingkah laku terhadap sesamanya dan bahkan lingkungannya, ada salah satu panil relief yang menceritakan mengenai hukuman (di akhirat) terhadap orang orang yang mengambil ikan dengan berlebihan. Hal tersebut menggambarkan bahwa pada masa lalu pun masyarakat sudah terlatih untuk bersikap ramah terhadap lingkungan.

Selain dari sisi relief, sisi lokasi pembangunan candi pun dapat diambil nilai yang amat penting. Semisal di sekitar candi Prambanan yang bernafaskan Hindu, di sekelilingnya terdapat juga candi Buddha yakni candi Sewu dan Candi Plaosan yang jaraknya relatif berdekatan. Selain itu ada Candi Barong yang juga berdekatan dengan stupa situs Dawangsari. Hal demikian dapat menggambarkan bahwa begitu harmonisnya kehidupan beragama pada masa itu yang tergambarkan pada pembuatan tempat keagamaan yang berdekatan.

Selain dari sisi relief, sisi lokasi pembangunan candi pun dapat diambil nilai yang amat penting. Semisal di sekitar candi Prambanan yang bernafaskan Hindu, di sekelilingnya terdapat juga candi Buddha yakni candi Sewu dan Candi Plaosan yang jaraknya relatif berdekatan. Selain itu ada Candi Barong yang juga berdekatan dengan stupa situs Dawangsari. Hal demikian dapat menggambarkan bahwa begitu harmonisnya kehidupan beragama pada masa itu yang tergambarkan pada pembuatan tempat keagamaan yang berdekatan. Selain hal tersebut sebenarnya masih banyak  lagi nilai nilai luhur yang terdapat pada Candi, namun sekarang banyak masyarakat yang hanya memandang candi tidak lebih sebagai bangunan kuno dan tempat wisata saja. (kebudayaanindonesia.net/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru