Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 10 Maret 2026

Diperlukan Payung Hukum Kebudayaan Nasional

- Sabtu, 03 September 2016 18:18 WIB
382 view
Diperlukan Payung Hukum Kebudayaan Nasional
Jakarta (SIB) - Presiden Joko Widodo meminta kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy untuk segera merumuskan strategi kebudayaan nasional yang mampu memayungi seluruh sektor di Tanah Air.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (31/8) mengatakan, Presiden berpesan agar segera ada perumusan strategi kebudayaan untuk nasional.

Dan kami ditugaskan untuk segera merumuskan hal itu. Ia mengatakan memang idealnya kebudayaan itu memayungi seluruh sektor. Karena itu diperlukan payung besar kebudayaan nasional yang mengarah kepada Tri Sakti.

Mendikbud menyebutkan kebudayaan berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi dan berkepribadian. Dalam kesempatan itu, Muhadjir menyebutkan, dalam pertemuan Presiden Jokowi dengan budayawan pada Selasa (30/8) juga berkaitan dengan perumusan strategi kebudayaan nasional itu.

"Beliau (Presiden) sudah mendengar berbagai masukan, sekarang beliau menugasi Kemendikbud untuk segera merespon dan merumuskan," katanya. Ketika ditanya apakah strategi itu secara konkret akan dimasukkan dalam kurikulum pengajaran, Mendikbud mengatakan hal itu hanya sebagian kecil saja.

"Nanti di dalam kegiatan penguatan karakter yang jadi isu full day, nanti muatannya termasuk kegiatan kebudayaan, kesenian, berolahraga kemudian juga budi pekerti, dan etika. Semua akan dikemas dalam aktivtas kurikuler, program penguatan karakter itu," paparnya.

Selain merumuskan strategi kebudayaan nasional, kata Muhadjir, dirinya dipanggil Presiden Jokowi untuk menjelaskan kemajuan program-program yang ditugaskan kepada dirinya dan Badan Ekonomi Kreatif.

"Progres atau kemajuan program sudah sampai di mana, apa saja, pendidikan advokasinya sudah sampai di mana, kemudian pemberlakuan pembentukan karakter kemudian juga berkaitan dengan kebudayaan," katanya.(KJ/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru