Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 11 Maret 2026

Membangkitkan Tradisi Batik Indonesia

- Sabtu, 08 Oktober 2016 18:03 WIB
357 view
Membangkitkan Tradisi Batik Indonesia
Batik memiliki sejarah panjang di Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Sejak abad ke-16, para penjelajah dari Eropa telah melaporkan adanya kain-kain bercat warna-warni di Jawa. Bahkan, ada yang berpendapat sejarah batik jauh lebih tua lagi.

Sebagai pusaka budaya Indonesia, batik menyimpan jejak sosial, budaya dan lingkungan di setiap lembarnya. Kekayaan budaya membuat ragam dan motif batik yang tersebar di Nusantara berbeda-beda bergantung pada daerah tempatnya dibuat.

Batik bukan sekedar seni lukis di atas media kain. Lebih dari itu, wastra nusantara ini telah menjadi identitas bangsa Indonesia. Batik Indonesia pun telah diakui sebagai warisan budaya dunia semenjak ditetapkan UNESCO pada tanggal 2 Oktober tujuh tahun silam. Tanggal penetapan itu, akhirnya diteguhkan sebagai Hari Batik Nasional oleh pemerintah Indonesia.

"Batik bukan hanya bercerita tentang nilai filosofis kehidupan personal pebatiknya, tetapi juga akulturasi antar suku, budaya dan bangsa," ujar Wakil Pemimpin Redaksi harian Kompas, Ninuk Mariana Pambudi dalam pembukaan acara Selisik Batik Pesisir, Pameran dan Pasar Batik di Bentara Budaya Jakarta pada Selasa 4 Oktober 2016.

Oleh karena itu, melestarikan batik bukan hanya dengan cara menggunakannya, tetapi juga memahami makna dan filosofi di balik motif dan ragam kain-kain cantik tersebut.

Selain pameran dan pasar batik, rangkaian acara ini juga mencakup talkshow seputar batik, bedah liputan khusus Selisik Batik dan pemutaran film dokumenter Selisik Batik yang menceritakan dinamika kebangkitan tradisi batik sebagai pusaka budaya Nusantara.

"Kami berharap, liputan dan pameran ini dapat membuat masyarakat lebih memahami dan mencintai batik Indonesia," pungkas Ninuk. (Geographicnational/h)




SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru