Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Uji Coba Rudal Balistk Baru, Rusia Tambah 16 Jet Tempur MiG-29

- Kamis, 17 April 2014 12:32 WIB
2.230 view
Uji Coba Rudal Balistk Baru, Rusia Tambah 16 Jet Tempur MiG-29
SIB/rtr
Prajurit militer Ukraina menodongkan senjata saat terlibat bentrok dengan aktivis pro-Russia di Kramatorsk, Ukraina timur, Rabu (16/4). Di saat krisis Ukraina terancam berkembang jadi perang saudara, militer Rusia dilaporkan menggelar uji tembak rudal dan
Washington (SIB)- Rusia melakukan uji tembak rudal balistik  antarbenua baru (ICBM) pada saat ketegangan-ketegangan atas Ukraina meningkat, kata Pentagon mengonfirmasi, Rabu (16/4). Rusia memberitahu Otoritas AS sebelum uji  peluncuran, untuk  menjaga keberadaan  perjanjian senjata, kata  Juru Bicara Pentagon Kolonel Steven Warren.

"Saya dapat mengonfirmasikan bahwa Rusia melakukan uji tembak ICBM kemarin," kata Warren. "Peluncuran ini merupakan uji rutin dengan sebelumnya memberitahu  peluncuran ICBM. Pemberitahuan dilakukan sebagaimana yang disyaratkan dalam perjanjian START baru," kata Warren menambahkan. "Secara rutin Amerika Serikat dan Rusia melakukan uji tembak ICBM dan SLBMS mereka."

Juru Bicara Pentagon tidak menentukan dengan tepat jenis rudal diluncurkan. Pada tanggal 4 Maret, Rusia menembakkan Topol ICBM, yang mampu membawa nuklir hulu ledak, dari wilayah Astrakhan di selatan negara itu. Meskipun ketegangan-ketegangan melonjak antara Amerika Serikat dan Rusia atas aneksasi Moskow terhadap Krimea dan berikutnya sanksi-sanksi yang dikenakan oleh Washington, dua bekas musuh Perang Dingin terus bekerjasama di daerah-daerah tertentu secara militer dan eksplorasi ruang angkasa. Rusia juga terus memungkinkan konvoi AS untuk melewati wilayah Rusia untuk memasok pasukan di Afghanistan.

Rusia Tambah 16 Jet Tempur MiG-29

Kementerian Pertahanan Rusia, Selasa (15/4), menyatakan telah menandatangani kontrak senilai 470 juta dollar AS dengan MiG, untuk pembelian 16 pesawat tempur MiG-29 SMT senilai 470.000.000 dollar AS.  Sebelumnya, MiG juga sudah mengonfirmasi kesepakatan tersebut dalam wawancara dengan RIA Novosti tetapi tak menyebutkan nilai kontrak. "Nilai kontrak ini termasuk ground support dan alat uji senilai lebih dari 17 miliar rubel," imbuh pernyataan kementerian tersebut.

Menurut kementerian itu, kontrak pembelian 16 MiG-29 SMT merupakan langkah strategis untuk menjaga kesiapan armada tempur ringan Rusia. Tahun lalu, Angkatan Udara Rusia memiliki 28 pesawat tempur versi upgrade berkursi tunggal dari MiG 29 SM tersebut, dengan kemampuan persenjataan cerdas dari udara ke tanah.

MiG-29 SMT mulai dikembangkan pada paruh pertama 2000-an, dengan fitur add-on tangki bahan bakar cadangan di badan pesawat untuk menambah daya jelajah, cat khusus untuk menyerap pelacakan radar, serta dapat dilengkapi pula dengan rudal supersonik dan rudal anti-kapal. Pesawat ini dirancang dapat melakukan serangan buta di kegelapan malam maupun untuk misi pengintaian.

Kementerian Pertahanan Rusia berencana pula menandatangani kontrak untuk pengiriman generasi 4++ MiG35S setelah 2016, dengan 100 pesawat akan dirakit dalam waktu dekat, menurut juru bicara kementerian ini, Selasa. Menurut kementerian, semua pembelian dan rencana tersebut bertujuan mengoptimalkan rasio pesawat tempur ringan dan berat milik Angkatan Udara Rusia. (Ant/AFP/w0)

Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 17 April 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru