Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

PM Abe Sumbang Pohon ke Kuil Yasukuni

- Selasa, 22 April 2014 18:30 WIB
406 view
PM Abe Sumbang Pohon ke Kuil Yasukuni
SIB/int
Shinzo Abe
Tokyo (ISB)- Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menyumbangkan pohon ke kuil perang Yasukuni yang kontroversial, Senin (21/4), tetapi tidak mengunjungi peringatan yang dipandang oleh Tiongkok dan Korea Selatan sebagai simbol masa lalu militerisme Jepang.

Abe menyumbangkan hadiah simbolis, sebatang pohon "masakaki" yang sakral, bertepatan dengan awal festival musim semi tiga hari, kata kantor berita Jiji Press dan  media lokal lainnya. Pemberian  tersebut dipandang sebagai tanda bahwa ia akan menghindari kunjungan pribadi selama festival, kata laporan, dengan penyiaran publik NHK mengutip sumber tak disebut namanya mengatakan, dia tidak merencanakan kunjungan itu.

Abe telah banyak diharapkan untuk menahan diri dari mengunjungi kuil itu menjelang kunjungan Presiden AS Barack Obama ke Tokyo dari Rabu sampai Jumat, dengan Washington menyerukan tetangga-tetangga Asia itu untuk memperbaiki hubungan. Banyak anggota parlemen lainnya mengharapkan untuk melakukan ziarah rutin mereka Selasa.

Kuil Shinto berumur 145 tahun yang dibangun sebagai penghormatan kepada korban perang Jepang itu, termasuk beberapa pemimpin perang "kelas A" yang dikutuk sebagai  penjahat perang oleh kekuatan sekutu pimpinan AS dan dieksekusi setelah Perang Dunia II.

Abe yang dikenal karena pandangan nasionalisnya, menuai protes dari Tiongkok  dan Korea  Selatan ketika ia mengunjungi kuil itu Desember lalu pada saat hubungan Jepang dengan negara-negara tetangga yang sangat tegang atas sengketa teritorial dan perbedaan persepsi sejarah .

Para anggota parlemen konservatif Jepang akan berziarah ke kuil itu selama musim semi dan musim gugur, dalam  berbagai  festival dan peringatan perang. Yasukuni adalah titik panas dalam hubungan antara Jepang dan negara-negara tetangga Asia, dengan perbedaan pendapat tentang sejarah yang memberi warna buruk  hubungan mereka. (Ant/AFP)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru