Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 April 2026

Rusia Ciptakan Kawasan Judi di Crimea

- Rabu, 23 April 2014 19:20 WIB
243 view
 Rusia Ciptakan Kawasan Judi di Crimea
Moskow (SIB)- Presiden Rusia Vladimir Putin, Senin (21/4), mengajukan sebuah rancangan Undang-Undang ke parlemen yang akan mengubah Crimea menjadi zona perjudian yang sah seiring upaya Moskow untuk mengentaskan Semenanjung Laut Hitam itu keluar dari kemiskinan.

Rusia hanya memiliki empat zona judi yang sah. Crimea, yang dikuasai  oleh Rusia bulan lalu di tengah kecaman internasional akan menjadi zona kelima. Perbatasan yang tepat dari zona perjudian baru itu akan ditentukan oleh pihak berwenang daerah  di "Republik Crimea", menurut rancangan Undang-Undang itu.

Undang-undang itu tidak mungkin akan memperoleh perlawanan di parlemen Rusia, yang dikontrol ketat oleh Kremlin. Zona judi Rusia ada di dekat pelabuhan Pasifik Vladivostok, wilayah Altai, wilayah Krasnodar selatan dan di dekat Kaliningrad. Zona itu diciptakan setelah Putin mengajukan undang-undang anti - perjudian baru yang keras pada tahun 2009 dan menutup kasino ditutup di seluruh seluruh negara.  Analis menunjukkan bahwa menarik modal investor ke zona perjudian tidak mudah.

Sementara Menlu AS John Kerry mendesak Rusia agar "melakukan tindakan nyata" guna membantu pelaksanaan kesepakatan yang bertujuan meredakan ketegangan di Ukraina. Dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, Kerry mendesak Rusia agar secara terbuka menyeru "kaum separatis agar meninggalkan pos pemeriksaan dan gedung yang diduduki secara tidak sah, dan menangani keluhan secara politik", kata wanita Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Jen Psaki dalam satu taklimat.

Rusia, Ukraina, Uni Eropa dan Amerika Serikat menandatangani kesepakatan di Jenewa pada Kamis lalu (17/4) untuk meredakan krisis di Ukraina, tapi gerilyawan di Ukraina Timur menolak untuk mematuhi kesepakatan itu. Kerry memberitahu Lavrov bahwa Rusia perlu memperlihatkan komitmen pada kesepakatan Jenewa "dalam ucapan dan tindakan" dan "yang diperlukan ialah penuruan ketegangan sesungguhnya", kata Psaki.

Diplomat senior AS tersebut juga menyeru Rusia agar menugaskan seorang diplomat senior untuk bekerjasama dengan misi Organisasi bagi Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE) di Ukraina Timur. Tujuannya ialah "untuk memberi penjelasan mutlak kepada kaum separatis bahwa Rusia mendukung kesepakatan itu dan menginginkan diredakannya ketegangan".

Sebelumnya Gedung Putih kembali menyatakan Rusia dapat menghadapi sanksi tambahan jika gagal membantu meredakan ketegangan di Ukraina. "Jika tak ada kemajuan dalam beberapa hari, kami tetap siap, bersama dengan mitra Eropa dan G-7, untuk memberlakukan biaya tambahan atas Rusia karena tindakannya yang merusak kestabilan," kata Juru Bicara Gedung Putih Jay Carney dalam satu taklimat.

Serukan Dialog

Presiden terdepak Ukraina Viktor Yanukovych, Senin (21/4), menyerukan dialog segera antara Kiev dan wilayah Ukraina Barat, serta mendesak penarikan personel Angkatan Bersenjata dari wilayah itu. "Darah tak bisa dihapuskan. Hentikan!" kata Yanukovych di dalam satu pernyataan yang disiarkan di Kota Rostov-on-Don, Rusia Baratdaya, tempat ia mengungsi. Ditambahkannya, Pemerintah Kiev "berada cuma satu langkah dari pertumpahan darah", lapor Xinhua.

Ia meminta "penarikan semua personel Angkatan Bersenjata Ukraina dari bagian timur negeri itu, yang dikirim ke saha sebagai detasemen yang disebut pengawal nasional. Mereka berpakaian seragam militer dan memiliki senjata otomatis serta granat".

Selain itu, Yanukovych mendesak negara yang dilanda krisis tersebut menyelenggarakan referendum di berbagai wilayah mengenai masalah seperti federalisasi, wewenang presiden dan parlemen. Ia percaya pemilihan anggota parlemen dan presiden Ukraina hanya mungkin diselenggarakan setelah semua langkah itu diselesaikan.

Ia juga mendesak semua personel agar tidak "melewati garis, tidak melaksanakan perintah penjahat", demikian laporan Xinhua. Yanukovych tetap berpendapat peristiwa pada Februari yang memaksakan pemecatannya adalah "kudeta".

Yanukovych didepak oleh Parlemen Ukraina pada 22 Februari dan melarikan diri ke Rusia tak lama seelah itu. Ia sejauh ini telah menggelar dua taklimat di Rostov-on-Don dan wawancara eksklusif dengan wartawan AS serta Rusia.(Ant/AFP/ r)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru