Kiev (SIB)- Presiden sementara Ukraina, Oleksandr Turchynov, memerintahkan operasi antiterorisme di Ukraina timur setelah terjadi serangkaian serangan kekerasan di sana. Turchynov mengatakan patriot-patriot Ukraina disiksa dan dibunuh di kawasan Donetsk atas dukungan penuh Rusia.
Menurutnya, dua jenazah yang mengalami penyiksaan brutal, termasuk seorang politikus dari partainya, ditemukan di kota Slaviansk. Kota itu sekarang berada di bawah kendali militan pro-Rusia. Oleh karena itu, ia memandang perlu bagi pasukan keamanan untuk melanjutkan operasi yang disebut sebagai langkah-langkah antiterorisme di Ukraina timur.
Teroris "mulai menyiksa dan membunuh patriot-patriot Ukraina. Mereka dengan lancang menolak seruan tidak hanya dari negara kami tetapi juga masyarakat dunia ketika mereka secara demonstratif menghina keputusan yang diambil di Jenewa," kata Turchynov, Selasa (22/4). Sebelumnya, aktivis pro-Rusia merebut markas kepolisian di kota Kramatorsk dan menculik kepala kepolisian setempat.
Pemerintahan interim Ukraina -yang berkuasa setelah Presiden Viktor Yanukovych melarikan diri ke Rusia Februari lalu- mengatakan Rusia berada di belakang kekacauan di Ukraina timur. Bulan lalu, Rusia mencaplok Krimea.
Sebelumnya Amerika Serikat mengatakan akan mengerahkan 600 pasukan ke Polandia dan tiga negara Baltik yang berbatasan dengan Rusia sebagai bentuk komitmennya atas kewajiban keamanan di Eropa. Pengerahan itu, menurut pemerintah Amerika Serikat, sebagai bentuk komitmennya atas kewajiban keamanan di Eropa.
Seorang juru bicara Departemen Pertahanan, Laksamana Muda John Kirby, mengatakan pasukan akan mulai tiba Rabu (23/4) waktu setempat dan akan ikut serta dalam latihan bilateral. "Sejak agresi Rusia di Ukraina, kami secara terus menerus melihat berbagai jalan untuk meyakinkan sekutu dan mitra kami," jelas Kirby dalam konferensi pers di Washington. Dia menambahkan tidak ada batas waktu dalam pengerahan pasukan di Polandia, Estonia, Lithuania, dan Latvia. "Seberapa jauh hal ini? Saya tidak bisa memberi secara khusus batas waktu dan jadwal waktunya."
Pengerahan rencananya akan berlangsung dengan sistem rotasi pasukan untuk masa sepanjang sisa tahun ini. Krisis di Ukraina -dengan bergabungnya Krimea ke Rusia- menimbulkan kekhawatiran Amerika Serikat atas kestabilan di kawasan Eropa. Sejak krisis tersebut, Pentagon sudah mengirimkan 12 pesawat tempur F-16 dan tim pendukung kekuatan udara ke Polandia.
Didesak Patuhi Persetujuan Sementara Wapres AS Joe Biden meminta Rusia agar mematuhi persetujuannya baru-baru ini untuk meredakan krisis di Ukraina, di saat ketegangan antara Ukraina dan separatis pro Rusia di Ukraina bagian timur terus meningkat.
Saat tampil bersama PM sementara Ukraina Arseniy Yatsenyuk di Kiev, Biden mengatakan sekaranglah waktunya bagi Rusia “untuk berhenti bicara dan mulai bertindak†terkait komitmen-komitmen yang dibuatnya pekan lalu dalam pembicaraan internasional di Jenewa, untuk menarik dukungannya bagi separatis pro-Rusia yang merebut gedung-gedung pemerintah di Ukraina Timur.
Biden mengatakan Ukraina “adalah dan harus tetap utuh sebagai satu negara†dan Amerika tidak akan membiarkan “Ukraina menempuh semuanya sendirian.†Biden mengatakan Amerika akan menyediakan tambahan 50 juta dolar bagi pemerintah Ukraina, termasuk 11 juta dolar untuk membantu membiayai pemilihan presiden 25 Mei mendatang. Gedung Putih mengatakan Amerika juga akan memberi Ukraina bantuan militer non senjata sebesar 8 juta dolar termasuk peralatan komunikasi dan kendaraan.
PM Rusia Dmitry Medvedev mengatakan kepada anggota parlemen bahwa negara itu dapat mengatasi sanksi oleh Barat disebabkan situasi di Ukraina. Dalam pidato televisi kepada parlemen Rusia, Selasa (22/4), Medvedev mengatakan ia tidak akan membiarkan warga Rusia menjadi sandera permainan politik dan tindakan tidak ramah.
Perdana menteri itu mengatakan ia yakin pemerintahannya akan dapat meminimalkan konsekuensi sanksi dan bahwa pemerintahannya akan bertindak di bawah apa yang ia sebut kondisi baru. Dia meyakinkan anggota parlemen bahwa industri Rusia yang mengandalkan dukungan dari pasar lain akan mendapatkannya dari pemerintah.
Ia mengatakan Rusia tidak memiliki rencana untuk mengurangi perdagangan dengan Uni Eropa, tetapi ia mengatakan bahwa berkat kerjasama dengan pasar lain, Rusia dapat meminimalkan kerugian. Amerika Serikat mengatakan pihaknya siap untuk menjatuhkan sanksi lebih lanjut atas Rusia jika Moskow tidak mengambil langkah-langkah untuk meredakan ketegangan di Ukraina timur. Washington dan Uni Eropa telah memberlakukan larangan perjalanan dan pembekuan aset terhadap sejumlah pejabat Rusia.
Sementara itu Rusia mengusir Sekretaris I kedutaan Kanada di Moskow menanggapi pengusiran diplomat Rusia dari Ottawa oleh Kanada. Media Rusia melaporkan bahwa Margarita Atanasov dari misi diplomatik Kanada di Moskow diberi waktu 14 hari untuk meninggalkan Rusia. Laporan itu mengatakan pengusiran Atanasov merupakan pembalasan atas pengusiran atase militer Rusia dari Kedutaan Rusia di ibukota Kanada.
Menlu Kanada John Baird mengatakan kepada wartawan bahwa Kanada “bertanggung jawab secara moral†berpihak pada NATO dan sekutu-sekutunya untuk mendukung Ukraina menghadapi intimidasi Rusia. Menlu Baird mengatakan, pemerintah Kanada ingin Ukraina “damai, makmur, aman dan bebasâ€.
(VoA/f)
Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.