Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Obama dan PM Jepang Bahas Masalah Global di Restoran Sushi

- Jumat, 25 April 2014 15:34 WIB
1.391 view
 Obama dan PM Jepang Bahas Masalah Global di Restoran Sushi
SIB/AP Photo/Carolyn Kaster
Presiden AS Barack Obama, Kaisar Jepang Akihito dan Permaisuri Michiko melakukan tos saat jamuan makan malam di Istana Kerajaan di okyo, Kamis (24/4). AS dengan tegas menyatakan akan mendukung Jepang dalam sengketa perebutan pulau dengan China.
Tokyo (SIB)- Presiden Amerika Barack Obama mengawali kunjungan kerjanya di Jepang dengan menyantap sushi. Obama bersama Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, makan bersama di sebuah restoran sushi tua sambil membahas sengketa teritorial antara Jepang dan China.

Dilansir oleh CNN, Kamis (24/4), restoran tersebut terletak di kawasan Ginza, Tokyo. Restoran sushi itu dianggap yang tertua dan terenak di negara sakura tersebut. Kedua pimpinan itu nampak santai menikmati sushi. Bahkan mereka berdua tidak menggunakan dasi saat melakukan santap malam. Kehadiran kedua pemimpin itu pun menjadi tontonan masyarakat sekitar.

Dalam kesempatan itu, Obama juga memuji kalau sushi yang dihidangkan restoran itu merupakan sushi yang terenak di dunia. Obama sama sekali tidak kecewa dengan sushi yang diracik oleh koki ternama Jepang, Sukibayashi Jiro.

"Presiden Obama mengatakan kepada saya bahwa dia lahir di Hawaii dan makan banyak sushi, tapi yang dia makan hari ini adalah sushi yang terbaik yang pernah dia rasakan dalam hidupnya," tutur PM Jepang, Shinzo Abe, menirukan perkataan Obama usai makan sushi.

Pada pertemuan tersebut Washington dengan tegas menyatakan akan mendukung Jepang dalam sengketa perebutan pulau dengan China. Keputusan tersebut menunjukkan solidaritas AS terhadap Jepang. Perlindungan yang dilakukan bukan berarti AS akan masuk ke dalam konflik tersebut. AS hanya diwajibkan untuk mempertahankan posisi Jepang dalam konfrontasi dengan China.

“AS tidak akan memihak apakah pulau yang disengketakan adalah milik China atau Jepang. Namun secara historis AS akan membela sekutunya apabila terjadi peningkatan ketegangan militer," ungkap Obama. Menurut Obama, dukungan itu dilakukan atas dasar konsistensi aliansi antara AS dengan Jepang. Aliansi kedua negara maju tersebut, sudah berakhir sejak Jepang kalah dalam Perang Dunia II.

Konflik sengketa Pulau Senkaku kian memanas antara China dan Jepang. AS pun mendesak kepada dua negara tersebut dalam penyelesaian konflik dengan menempuh jalur damai. Penasihat Obama juga menambahkan Gedung Putih tidak merancang kebijakan yang melawan kekuasaan China untuk bertumbuh. Selain itu Gedung Putih memastikan bahwa Presiden Obama tidak meminta negara-negara Asia untuk memihak AS atau China.

Saat ini China dilaporkan sedang mengawasi AS yang diduga berusaha untuk membatasi kebangkitan China. Lewat kekuatan militer yang tumbuh pesat, China seperti mulai menunjukkan ambisinya untuk menguasai wilayah yang dianggapnya masuk dalam kekuasaan mereka.

Namun seringkali China menggunakan pendekatan historis sekira 2.000 tahun lalu, dalam pengklaiman wilayah tersebut. Seperti contoh, China mengklaim Laut China Selatan yang mereka anggap wilayah kekaisaran mereka di masa lalu. Kunjungan Obama ke Jepang dalam rangka kunjungan kerjanya mengelilingi negara-negara di Asia. Rencananya usai dari Jepang Barrack Obama akan mengunjungi Korea Selatan, Malaysia dan Filipina. (Detikcom/d)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru