Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 02 Maret 2026

Puluhan Orang Tua Korban Feri Tenggelam Serang Pejabat Korsel

- Sabtu, 26 April 2014 14:12 WIB
304 view
 Puluhan Orang Tua Korban Feri Tenggelam Serang Pejabat Korsel
Seoul (SIB)- Kemarahan orang tua korban kapal feri Korea Selatan semakin tak terbendung. Sejumlah orang tua korban nekat menyerang pejabat tinggi Patroli Laut Korsel secara brutal. Mereka menudingnya berbohong mengenai upaya pencarian korban yang masih terjebak di dalam kapal yang tenggelam. Sekitar 20 orang tua korban menyerang Choi Sang-Hwan, wakil kepala Korea Coastguard setelah menyerbu kantor sementara mereka di pelabuhan Jindo. Demikian seperti dilansir AFP, Kamis (24/4).

Para orang tua korban ini memaksa masuk ke dalam, hingga terlibat dorong-dorongan dengan 10 petugas yang mengawal pintu masuk kantor tersebut. Mereka melabrak Choi dan kemudian menonjoknya di bagian wajah serta beberapa bagian tubuhnya.

Tidak berhenti di situ, para orang tua korban ini memegang Choi di bagian leher dan menariknya keluar kantor. Kemeja yang dikenakan Choi ditarik hingga robek oleh orang tua korban yang terbawa emosi tersebut. Choi kemudian dibawa ke tenda terdekat, lalu orang tua korban berteriak memanggil atasannya, Kim Suk-Kyun selaku Kepala Korea Coastguard dan memintanya untuk menemui mereka.

Orang tua korban sempat menahan Choi selama beberapa saat, dengan sejumlah ibu korban menamparnya berulang-ulang, hingga Kim datang. Orang tua korban kemudian memaksa Kim untuk memerintahkan anak buahnya untuk mengerahkan penyelam lebih banyak dan mempercepat operasi pencarian korban.

Kemarahan menyebar luas di kalangan keluarga korban karena proses pencarian dan penyelamatan yang dianggap sangat lamban sejak insiden terjadi pada 16 April lalu. Dari total 476 penumpang dan awak yang ada di atas kapal feri Sewol tersebut, sebagian besar atau lebih dari 300 orang merupakan murid SMA Danwon, Ansan yang hendak berwisata ke Pulau Jeju.

Tim penyelamat memang mengalami kesulitan karena menghadapi kondisi dan situasi yang berbahaya di perairan yang menjadi lokasi tenggelamnya kapal ini. Mereka membutuhkan waktu lebih dari 2 hari untuk bisa masuk hingga ke dalam kapal yang kini posisinya sudah tenggelam sepenuhnya, dan 2 hari lainnya untuk menemukan jasad pertama dari dalam kapal.

Sejauh ini korban tewas yang berhasil dikonfirmasi adalah 181 jiwa, sementara 121 orang lainnya masih dalam pencarian. Mereka diyakini masih terjebak dalam kapal yang mengangkut 476 orang dan terbalik pada 16 April 2014 lalu.

Ombak pasang yang tidak besar dan cuaca cerah telah membantu tim penyelam selama pencarian beberapa hari terakhir. Namun, kondisi pencarian di dalam feri masih sangat menantang dan membuat para tim pencari hanya bisa menyelamatkan sekitar 30 korban seharinya.

Sebelumnya diberitakan, jasad salah satu penumpang kapal feri Korsel ditemukan pada hari Kamis (24/4). Dia merupakan remaja laki-laki dari SMA Danwon, Ansan yang pertama kali menyampaikan panggilan darurat kepada otoritas setempat.

Remaja bernama Choi tersebut menghubungi nomor layanan darurat 119 pada Rabu (16/4) lalu, pukul 08.52 waktu setempat, atau tiga menit sebelum awak kapal mengirimkan sinyal darurat. Panggilan darurat tersebut diterima oleh dinas pemadam setempat yang kemudian diteruskan kepada patroli laut Korsel.

Seorang pejabat patroli laut menuturkan kepada wartawan, bahwa Choi sempat dikira sebagai salah satu awak kapal. Remaja ini dibombardir dengan berbagai pertanyaan soal koordinat kapal feri dan juga jumlah penumpang.

Choi merasa kebingungan sehingga dibutuhkan beberapa waktu sebelum diketahui bahwa kapal yang ditumpanginya merupakan kapal feri Sewol. Jasad remaja ini telah diidentifikasi oleh kedua orang tuanya. Namun tes DNA masih dilakukan untuk secara formal mengkonfirmasi identitasnya. Choi merupakan salah satu dari ratusan siswa SMA Danwon yang masih terjebak di dalam kapal tujuan Pulau Jeju tersebut.

Dari total 476 penumpang dan awak yang ada di atas kapal feri Sewol tersebut, sebagian besar atau lebih dari 300 orang merupakan murid SMA Danwon, Ansan yang hendak berwisata ke Pulau Jeju. Hanya 174 orang, termasuk kapten kapal dan awaknya berhasil diselamatkan.

Kapten kapal Sewol, Lee Joon Seok dan 10 awak kapal lainnya telah ditahan oleh kepolisian Korsel dan dijerat banyak dakwaan atas kelalaian mereka meninggalkan penumpang. Kapten kapal menjadi sorotan utama dan target kritikan tajam publik karena menunda proses evakuasi, hingga kondisi kapal sangat miring dan upaya penyelamatan sulit dilakukan. (Detikcom/ r)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru