Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 28 Februari 2026
Lima Orang Tewas, 7 Ribu Dievakuasi

Obama Tetapkan Keadaan Darurat Banjir di Louisiana

* Banjir di Filipina Paksa 24 Ribu Warga Mengungsi, 5 Tewas
- Selasa, 16 Agustus 2016 14:38 WIB
367 view
Obama Tetapkan Keadaan Darurat Banjir di Louisiana
SIB/AP Photo/Max Becherer
Personel Pasukan Garda Nasional menurunkan sejumlah warga yang diungsikan dari Walker, Louisiana, setelah wilayah tersebut diterjang bencana banjir sejak Minggu (14/8). Menyikapi bencana tersebut presiden AS Barack Obama memberlakukan darurat banjir di Lo
Louisiana (SIB)- Banjir parah melanda negara bagian Louisiana, Amerika Serikat (AS), dengan lebih dari 7 ribu warga dievakuasi dari rumah dan mobil masing-masing. Presiden Barack Obama pun menetapkan keadaan darurat bencana untuk banjir di Louisiana. Dengan penetapan itu, sebut Gedung Putih seperti dilansir AFP, Senin (15/8), dana federal untuk urusan darurat akan bisa dialirkan bagi otoritas Louisiana. Dana federal itu bisa membantu tim penyelamat yang bekerja tanpa henti untuk mengevakuasi dan menyelamatkan korban banjir.

Sejauh ini, seperti dilansir Reuters, bencana banjir di Lousiana telah merenggut sedikitnya lima nyawa. Otoritas setempat menyebut banjir ini tercatat sebagai banjir bersejarah di Louisiana. "Ini merupakan peristiwa serius. Ini masih terus berlangsung," ucap Gubernur Louisiana, John Bel Edwards, dalam pernyataannya.
"Ini belum berakhir," imbuhnya, sembari merujuk pada semakin berkurangnya hujan deras yang melanda wilayah itu dan mulai munculnya cuaca terang di beberapa area yang dilanda banjir.

Banjir dipicu hujan deras melanda sebagian besar wilayah Louisiana bagian tenggara pada Jumat (12/8) hingga Sabtu (13/8) waktu setempat. Hingga Minggu (14/8), banjir masih menggenangi sebagian besar Louisiana. Otoritas lokal, negara bagian dan nasional bekerja bersama untuk menyelamatkan warga yang terjebak banjir. Ribuan orang dievakuasi dari Livingston Parish, dekat Baton Rouge, dengan sekitar 100 orang masih menanti bantuan. Garda Nasional Louisiana menyatakan pihaknya telah menyelamatkan nyaris 500 orang dan 61 binatang peliharaan. Garda Patroli Pantai menyebut, tim helikopter miliknya menyelamatkan lebih dari 50 orang yang terjebak banjir di atap rumah dan kendaraan.

Sebagian besar banjir melanda wilayah sekitar Baton Rouge. Gubernur Louisiana Edwards menuturkan, dirinya dan keluarganya terpaksa meninggalkan kediamannya setelah air menggenangi ruang bawah tanah dan memutus aliran listrik. "Saya telah mendatangi area terdampak dan telah melihat kehancuran yang dipicu oleh banjir yang belum pernah terjadi sebelumnya," tuturnya.

"Kami berterima kasih untuk respons cepat pemerintah federal atas permintaan kami untuk penetapan situasi darurat. Ini merupakan peristiwa yang masih berlangsung dan kami yakin bahwa setiap sumber daya federal dan negara bagian yang tersedia akan dikerahkan," imbuhnya.

5 Orang Tewas di Filipina
Sementara itu, lima orang telah tewas akibat banjir di Filipina yang disebabkan oleh hujan deras selama beberapa hari ini. Puluhan ribu orang terpaksa mengungsi akibat banjir ini. Pejabat-pejabat pertahanan sipil mengingatkan warga Manila dan provinsi-provinsi sekitarnya untuk bersiap menghadapi musim hujan yang lebih berat dalam beberapa hari mendatang. "Kami perkirakan wilayah-wilayah dataran rendah lainnya akan mengalami banjir," ujar juru bicara Dewan Manajemen dan Reduksi Risiko Bencana Nasional, Romina Marasigan seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (15/8).

Dikatakan Marasigan, sejauh ini lebih dari 24 ribu orang telah mengungsi ke gedung-gedung sekolah dan pemerintah akibat banjir ini. "Mereka yang telah berada di pusat-pusat evakuasi hendaknya tetap berada di sana hingga cuaca membaik," imbuhnya. Mereka yang dievakuasi tersebut mencakup hampir 9 ribu warga Manila yang mengungsi akibat luapan banjir dari Sungai Marikina pada Sabtu, 13 Agustus lalu.

Sejauh ini lima orang tewas akibat banjir tersebut, termasuk tiga warga permukiman kumuh di Manila yang tewas tertimpa tembok-tembok bangunan yang roboh akibat banjir. Seorang lagi tewas tenggelam setelah menyeberangi sungai yang mengalir deras di Pulau Panay. Sedangkan satu korban tewas lainnya ditemukan di sebuah kanal di Manila. (AFP/detikcom/okz/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru