Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Obama Seru Dunia Isolasi Rusia

- Senin, 28 April 2014 12:02 WIB
300 view
 Obama Seru Dunia Isolasi Rusia
Kuala Lumpur (SIB)- Presiden AS Barrack Obama mengatakan dunia harus bersatu menentang tindakan Rusia di Ukraina. "Penting bagi kita untuk memastikan bahwa kita adalah koalisi internasional yang menentang tindakan Rusia di Ukraina," ujar Obama, yang berada di Malaysia untuk kunjungan diplomatik.

AS, masih menurut Obama, tidak berniat menarik Ukraina keluar dari orbit Rusia. Ia juga mengatakan Moskow terlanjut membuat persepsi bahwa AS sedang melakukan semua itu.

Moskow baru-baru ini mengeluhkan adanya gerakan pasukan Ukraina di Slavyansk, sebelah timur Ukraina. Obama melihat Rusia tidak sedang meminta tolong, tapi memprovokasi Ukraina melakukan serangan terhadap milisi etnis Rusia yang ingin memisahkan diri.

Mengutip sumber di Kementerian Pertahanan Rusia, kantor berita RIA Novosti memberikan sebuah foto satelit memperlihatkan pergerakan pasukan Ukraina di sekitar kota yang menjadi titik gesek militer Ukraina dengan militan pro-Rusia.

Ukraina disebut-sebut mengirim 15 ribu pasukan ke kota itu. Pasukan dilengkapi 160 tank, 230 kendaraan tempur infanteri dan lapis baja, peluncur roket dan lainnya. Namun kantor berita itu tidak menyebutkan Rusia telah mempersiapkan 40 ribu serdadu di seberang perbatasan.

AS dan G7 Segera Jatuhkan Sanksi Terhadap Rusia

Amerika Serikat dan G7, Sabtu (26/4) sepakat “bergerak cepat” mengenakan sanksi tambahan terhadap Rusia atas tindakannya terhadap Ukraina. Dalam pernyataan bersama yang dirilis Jumat oleh Gedung Putih, para anggota G7 (Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris dan Amerika Serikat) mengatakan, mereka bertindak cepat mengenakan “sanksi yang ditargetkan”. G7 juga bakal memperluas sanksi terhadap sektor-sektor kunci perekonomian Rusia, jika Moskow bandel dan bertindak makin agresif terhadap Ukraina. Sanksi tersebut, menurut Gedung Putih, akan diterapkan pada Senin pekan depan.

Pengumuman pengenaan sanksi terhadap Rusia itu dinyatakan setelah pihak Ukraina menginformasikan invasi nekat Rusia ke Ukraina. Dan Moskow mengatakan bahwa separatis pro-Rusia tak akan meletakkan senjata mereka sampai para aktivis nasionalis pergi dari beberapa tempat penting di Kiev.
G7 mengatakan, mereka melangkah cepat mengenakan sanksi sekarang, karena penting untuk mengamankan pelaksanaan pemilihan presiden Ukraina bulan depan. Namun Presiden Obama mengatakan, sanksi tambahan tersebut baru dikenakan terhadap Rusia bila Presiden Vladimir Putin memerintahkan penyerangan militer terhadap kawasan Ukraina timur.

Masing-masing negara anggota G7 berhak menentukan sendiri sanksi apa yang dikenakan terhadap Rusia, tutur pejabat senior di kabinet Obama, tulis Associated Press, Sabtu (26/4).

Gedung Putih merilis pernyataan G7 beberapa jam setelah Obama melakukan konferensi telepon dengan para pemimpin Eropa untuk menegaskan komitmen atas sanksi yang bakal dikenakan terhadap Rusia. Situasi menegang di Ukraina. Pesawat tempur Rusia unjuk kekuatan terbang di atas wilayah udara Ukraina Sabtu. Sementara separatis pro-Rusia menangkap tim pemantau militer asing yang tak besenjata di kota Sloviansk, jantung gerakan separatis di Ukraina timur.

Kesepakatan Jenewa yang diteken pekan lalu mendesak kelompok bersenjata ilegal untuk meletakkan senjata mereka dan menyerahkan kembali kota-kota yang mereka duduki. Namun kedua belah pihak malah saling mengancam hingga Jumat kemarin.

Menlu Rusia Sergei Lavrov bilang, separatis pro-Rusia hanya akan melucuti senjatanya dan meninggalkan kawasan yang mereka duduki, jika pemerintah Ukraina membasmi kamp demonstran di Maidan, Alun-alun Kemerdekaan di Kiev. (AP/Inc/q)

Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 28 April 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru