Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Australia Perluas Pencarian MH370 Hingga ke Dasar Samudera Hindia

* Gandeng Swasta Cari MH370, Malaysia Rogoh Kocek Rp656 Miliar
- Selasa, 29 April 2014 19:07 WIB
216 view
 Australia Perluas Pencarian MH370 Hingga ke Dasar Samudera Hindia
Perth (SIB)- Setelah nyaris dua bulan pasca pesawat Malaysia Airlines MH370 hilang di Samudera Hindia, Australia kini menegaskan bahwa puing-puing pesawat tak mungkin bisa ditemukan di permukaan laut. Pencarian kotak hitam terus diperluas di dasar Samudera Hindia.

"Saya kini butuh mengatakannya pada Anda bahwa sangat tidak mungkin dalam tahap ini kita akan menemukan serpihan pesawat di permukaan samudera," demikian kata PM Australia Tony Abbott seperti dilansir dari Reuters, Senin (28/4).

Pada tahap ini, imbuhnya sebagian besar puing-puing akan menjadi basah kuyup dan akan tenggelam. Pencarian kini memasuki fase baru, memperluas pencarian di dasar Samudera Hindia hingga mencapai batas kemampuan manusia. "Kalau perlu, semua kemungkinan wilayah terdampak, sekitar 700 km x 80 km," imbuh Abbott seperti dilansir dari AFP.

Malaysia Rogoh Kocek Rp656 Miliar

Memasuki hari ke-51, pencarian MH370 masih belum membuahkan hasil. Tim pencari dari Malaysia dan Australia akan mengerahkan juga pihak swasta untuk pencarian bawah laut. Namun biayanya tidak murah. Diberitakan CNN, Senin (28/4), Perdana Menteri Tony Abbott mengatakan bahwa tim pencari dari Australia, Tiongkok, dan Malaysia masih terus mencari. Dia melanjutkan, pencarian berikutnya akan melibatkan "satu atau lebih" perusahaan swasta.

Tim pencari akan menyewa kapal-kapal penyelam yang bisa menyelam lebih dalam daripada drone Bluefin-21 yang selama ini dikerahkan. Untuk menyewa swasta, tim pencari akan merogoh kocek hingga US$60 juta atau Rp695 miliar.

Abbott sendiri mengaku telah kehilangan harapan akan bisa menemukan MH370. Padahal sebelumnya, dia cukup optimistis. "Saya menyesal harus mengatakan bahwa tidak ada satu pun upaya pencarian dari udara terlihat di bagian permukaan atau bawah laut, berbuah positif," ujar Abbott.

Sementara itu, Bluefin-21 memasuki tenggat waktunya. Drone itu milik Angkatan Laut Amerika Serikat dan telah menyisir dasar lautan untuk melacak keberadaan puing pesawat. Robot nirawak itu telah menyisir area seluas 400 kilometer persegi. Namun, hasilnya masih nihil. (Rtr/AFP/dtc/q)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru