Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Serangan di Stasiun KA China Tewaskan 3 Orang

- Jumat, 02 Mei 2014 17:57 WIB
484 view
 Serangan di Stasiun KA China Tewaskan 3 Orang
SIB/ AP Photo
Prajurit militer China melakukan patroli usai kejadian serangan di stasiun KA di Urumqi, provinsi otonomi Xinjiang, Kamis (1/5). Serangan tersebut menewaskan setidaknya 3 orang.
Urumqi (SIB)- Tiga orang tewas dan sedikitnya 79 luka-luka dalam ledakan bom dan serangan brutal dengan senjata tajam di stasiun kereta api Urumqi, ibukota Xinjiang, China. Serangan berlangsung pada Rabu (30/4) waktu setempat.

Seperti dilansir kantor berita Reuters, pihak kepolisian mengatakan pelaku penyerangan, sambil membawa bahan peledak, secara beringas menyerang orang-orang di jalan keluar dari stasiun kereta dengan senjata tajam. Gambar di situs Weibo China menunjukkan darah berceceran dan puing-puing berserakan di depan stasiun. 

Presiden XI Jinping saat mendatangi lokasi kejadian berjanji akan menindak tegas teroris yang dalam beberapa tahun ini sering melakukan kekerasan di wilayah Xinjiang.

Belum ada yang bertanggung jawab dalam serangan ini. Namun pemerintah menuduh kelompok separatis yang menginginkan sebuah negara independen yang disebut Turkestan Timur berada di balik serangan ini. "Tindakan tegas harus diambil untuk menekan momentum teroris merajalela," kata Xi Jinping seperti dilaporkan Xinhua.

Dia menegaskan tidak akan mengendurkan aksi memerangi terorisme dan separatis di negerinya. Namun Xi mengakui, memerangi terorisme dan separatis tidak mudah dan membutuhkan waktu yang lama. Kelompok hak asasi dan masyarakat Uighur mengatakan bahwa penyebab kerusuhan di wilayah strategis dan kaya sumber daya itu terjadi lantaran pembatasan budaya dan bahasa orang-orang muslim Uighur oleh Pemerintah China.

Penindasan Baru

Dilxat Raxit, juru bicara Uighur Dunia yang berbasis di Jerman, mengaku takut kejadian itu akan mengarah pada babak baru penindasan terhadap warga Uighur di Xinjiang.

"Ini sangat mengkhawatirkan. Tidak peduli apa yang terjadi, China pertama-tama merepresi warga Uighur, menyebabkan warga Uighur yang tidak bersalah dikurung," kata dia. "Kita bisa melihat dari sini bahwa Xinjiang masuk dalam periode kekacauan. Insiden seperti itu bisa terjadi setiap saat. Ini adalah tren, dan itu berkaitan langsung dengan kebijakan Beijing."

Serangkaian kekerasan sudah terjadi di Xinjiang sejak beberapa tahun lalu. Xinjiang adalah kawasan yang didominasi kaum minoritas Muslim Uighur. Kaum Uighur menuduh pemerintah pusat menindas mereka dengan kekerasan. Sementara, Pemerintah Beijing menuduh Muslim Uighur yang melakukan serangkaian kekerasan itu untuk tujuan memisahkan diri. (Rtr/vvn/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru