Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Imbalan Rp 184 Juta Bagi Petunjuk Terkait Ledakan Bom di Stasiun Xinjiang

- Selasa, 06 Mei 2014 14:34 WIB
210 view
 Imbalan Rp 184 Juta Bagi Petunjuk Terkait Ledakan Bom di Stasiun Xinjiang
Beijing (SIB)- Kepolisian China kini tengah memburu petunjuk terkait pelaku pengeboman dan penikaman di wilayah Xinjiang pekan lalu. Tidak tanggung-tanggung, otoritas China bahkan menyiapkan imbalan sebesar 100 ribu yuan atau setara Rp 184 juta bagi informasi terkait pelaku.

Pengumuman tersebut disampaikan kepolisian distrik Saybagh di Urumqi, Provinsi Xinjiang secara online dan kemudian disebarluaskan oleh media-media setempat. Demikian seperti dilansir CNN, Senin (5/5). Dalam pengumuman itu, disebutkan bahwa imbalan uang sebesar 100 ribu yuan akan diberikan kepada siapa saja yang mampu memberikan informasi penting terkait pelaku serangan di Xinjiang.

Kantor berita resmi China, Xinhua melaporkan bahwa kepolisian setempat sebenarnya telah menutup penyelidikan kasus pengeboman yang terjadi pada 30 April tersebut. Dua pelaku yang disebut sebagai anggota kelompok radikal keagamaan setempat, tewas usai beraksi.

Keduanya tewas dalam bom bunuh diri yang juga menewaskan seorang pejalan kaki lainnya. Sekitar 79 orang lainnya mengalami luka-luka dalam insiden ini. Salah satu pelaku diidentifikasi sebagai Sedirdin Sawut, pria berusia 39 tahun dari Aksu, Provinsi Xinjiang.

Pasca pengeboman tersebut, Xinhua melaporkan keberadaan sekelompok massa yang melakukan penikaman terhadap orang-orang yang ada di salah satu pintu keluar stasiun pasca ledakan tersebut. Pelaku penikaman itu belum diketahui pasti apakah sudah berhasil ditangkap atau belum.

Namun berdasarkan pengumuman tersebut, tampaknya kini kepolisian setempat memulai kembali penyelidikan dan tengah mencari petunjuk baru yang bisa membawa pada latar belakang pelaku di balik serangan mematikan tersebut. Polisi juga telah menyebarkan foto dua pelaku agar mempermudah publik dalam memberikan informasi terkait pelaku.

Kini, pengumuman soal imbalan tersebut telah dicabut dari situs kepolisian. Namun seorang pejabat kepolisian Xinjiang bermarga Wang memastikan kepada CNN bahwa tawaran imbalan tersebut masih berlaku. Wang tidak mengerti mengapa pengumuman via online dicabut. (CNN/dtc/ r)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru