Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Protes Outsourcing, Jurnalis Australia Gelar Aksi Mogok

- Kamis, 08 Mei 2014 11:26 WIB
221 view
 Protes Outsourcing, Jurnalis Australia Gelar Aksi Mogok
Australia (SIB)- Puluhan jurnalis di perusahaan media Fairfax melakukan aksi mogok kerja selama 24 jam mulai hari Rabu (7/5). Aksi ini digelar menyusul rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan oleh perusahaan dan menggantinya dengan pekerja outsourcing. Dalam Twitter Australian Media, @aus_media, puluhan jurnalis dari kantor berita The Age dan Sidney Morning Herald (SMH) milik Fairfax berkumpul di lobi untuk melakukan aksi mogok hingga pukul 3 sore besok. Mereka memprotes rencana Fairfax untuk memotong 80 tenaga kerja jurnalis, fotografer dan desain.

"Jurnalis di The Age dan SMH akan mogok selama 24 jam, sampai pukul 3 sore besok, untuk memprotes PHK yang diumumkan pagi ini," tulis Twit di akun @aus_media. Aksi mogok digelar setelah menggelar voting yang disetujui oleh 159 orang, hanya satu yang menolak. Diberitakan The Australian, pengumuman PHK disampaikan oleh para editor ke jurnalis, Rabu (7/5).

Perusahaan memutuskan untuk melakukan pemotongan jumlah karyawan dan menggantinya dengan tenaga outsourcing. Hanya akan ada 10 fotografer yang tersisa di dua media ini setelah Fairfax memutuskan akan membeli foto-foto dari Getty Images.

Di antara yang akan di-PHK adalah para jurnalis di berita makanan dan perjalanan serta staf layout dan produksi. Sebelumnya Fairfax juga telah menggunakan sistem outsourcing atau kontributor untuk staf layout dan penerjemah subtitle dari perusahaan di Selandia Baru.

Keuntungan bersih perusahaan ini di setengah tahun pertama mengalami kenaikan 48,5 persen menjadi US$86,4 juta. Pendapatan naik 2,3 persen menjadi US$178 juta. Ini adalah kenaikan dari tahun-ke-tahun yang pertama sejak Juni 2010. Direktur Pelaksana Fairfax Allen Williams mengatakan bahwa perusahaan tengah melakukan efektifitas kerja dengan melakukan perampingan. "Perubahan ini menggarisbawahi fokus perubahan berkelanjutan dari bisnis kita. Kita harus mampu memberikan konten berkualitas tinggi dengan cara seefektif mungkin," kata Williams.

Serikat pekerja Fairfax akan melakukan pembicaraan dengan perusahaan. Menurut proses personalia, setelah pemotongan jumlah karyawan diumumkan, para staf punya waktu dua minggu untuk memberi tanggapan atau memberikan alternatif solusi lainnya. (theaustralian/vvn/f)


Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 8 Mei 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru