Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

MERS Tak Terkendali, Pemerintah Saudi Pecat Direktur RS di Jeddah

- Kamis, 08 Mei 2014 11:30 WIB
301 view
 MERS Tak Terkendali, Pemerintah Saudi Pecat Direktur RS di Jeddah
RIYADH (SIB)- Penjabat Menteri Kesehatan Arab Saudi Adel Fakieh memecat direktur RS Raja Fahd di Jeddah akibat tak terkendalinya penyebaran virus sindrom gangguan pernapasan Timur Tengah (MERS). Pemecatan yang diumumkan Fakieh lewat akun Twitternya, Selasa (6/5) malam itu dilakukan setelah dia meninjau unit gawat darurat RS Raja Fahd di kota pesisir Laut Merah itu.

Fasilitas gawat darurat di rumah sakit itu untuk sementara ditutup setelah sejumlah staf medis tertular virus MERS setelah mereka menangani pasien. Akibatnya rumah sakit itu dilanda kepanikan yang kemudian memicu empat orang dokter mengundurkan diri setelah mereka menolak untuk menangani pasien MERS karena khawatir akan tertular.

Pada 21 April lalu, hampir sepekan dari pengunduran diri para dokter itu, Riyadh memecat menteri kesehatan negeri itu tanpa memberikan alasan. Pemerintah kemudian menunjuk menteri tenaga kerja Adel Fakieh sebagai penjabat menteri kesehatan.

Fakieh, yang berulang kali menjanjikan transparansi terkait penanganan MERS, kemudian mengumumkan telah memberhentikan direktur RS Raja Fahd dan asistennya. "Tim baru segera bekerja. Kementerian akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuannya yaitu memastikan kesehatan masyarakat," kata Fakieh lewat Twitter.

Arab Saudi, adalah negara yang paling terpengaruh penyakit yang pertama kali muncul di wilayah timur negeri itu sebelum kemudian merebak di seluruh wilayah Saudi. Sejauh ini, MERS sudah menjangkiti 421 orang dan mengakibatkan 115 orang meninggal dunia.

Pekan lalu, Fakieh mengatakan langkah-langkah untuk membatasi penyebaran MERS akan diumumkan dalam "waktu dekat", di saat para pakar kesehatan Barat dan WHO bertemu di Riyadh.

MERS dianggap lebih mematikan namun penyebarannya tidak secepat SARS yang merebak di Asia pada 2013. Saat itu SARS menginfeksi 8.273 orang dan sembilan persen di antara penderita meninggal dunia. Sejauh ini belum ditemukan vaksin atau antivirus MERS, penyakit dengan tingkat kematian mencapai lebih dari 40 persen dan secara umum masih misterius. Sejumlah penelitian menduga sumber virus MERS berasal dari unta. (AFP/kps/f)


Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 8 Mei 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru