Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Junta Militer Thailand Mengklaim Didukung Tiongkok dan Vietnam

- Kamis, 05 Juni 2014 12:25 WIB
290 view
Junta Militer Thailand Mengklaim Didukung Tiongkok dan Vietnam
Bangkok (SIB)- Banyak mendapatkan kecaman dan kritikan dari dunia internasional, junta militer Thailand mengklaim mendapatkan dukungan. Tiongkok dan Vietnam diklaim telah menyampaikan dukungan kepada pemerintah junta militer.

"Duta besar Tiongkok dan Vietnam untuk Thailand telah bertemu dengan Komandan Tertinggi Jenderal Thanasak Patimaprakorn kemarin dan memastikan kepada kami bahwa mereka masih mempertahankan hubungan baik dengan Thailand dan bahwa mereka berharap situasi akan segera kembali normal," terang juru bicara Dewan Nasional untuk Perdamaian dan Ketertiban, Yongyuth Mayalarp seperti dilansir Reuters, Rabu (4/6).

Secara terpisah, otoritas Myanmar juga menyampaikan pengakuannya bagi pemerintah junta militer Thailand. "Thailand merupakan negara berdaulat dan pemerintah militer telah didukung oleh raja mereka," ucap salah satu Dirjen di Kementerian Luar Negeri Myanmar, Aung Linn kepada Reuters. "Tentu saja kami mengakui mereka (junta militer Thailand-red)," imbuhnya.

Beberapa negara menyampaikan kritikan terhadap kudeta militer yang diumumkan oleh Jenderal Prayuth Chan-O-Cha pada 22 Mei lalu. Amerika Serikat membatalkan program militernya untuk Thailand, hanya selang beberapa hari setelah kudeta diumumkan.

Sedangkan Uni Eropa mendorong militer Thailand untuk membebaskan tahanan politik dan mengakhiri sensor media. Reaksi paling keras diberikan Australia yang terang-terangan mengurangi interaksi dengan militer Thailand, memutus kerja sama pertahanan dan memberlakukan larangan bepergian bagi pemimpin junta militer Thailand.

Menanggapi reaksi Australia, demonstran pendukung militer Thailand berencana menggelar aksi protes di luar gedung Kedutaan Australia di Bangkok. Mereka berniat memprotes sikap Australia yang dianggap mencampuri urusan dalam negeri Thailand.

Menyeruaknya salam tiga jari ala film hunger games di kalangan warga Thailand yang menolak kudeta, akhirnya membuat pihak militer angkat bicara. Menurut Angkatan Bersenjata Thailand mereka memiliki alasan kuat mengapa hal tersebut dilarang.

"Bila ada satu bentuk perlawanan nyata dari sebuah kelompok maka tugas kami untuk mengendalikannya sehingga hal tersebut tidak menyebabkan gangguan bagi negara," sebut Juru Bicara Militer Thailand Kolonel Weerachon Sukhondhapatipak. "Saat ini kami memang mengawasi gerakan (salam tiga jari) tersebut," tambah dia.

Seperti diketahui, sejumlah warga Thailand tengah menyebarkan virus perlawanan atas anti-militer. Gerakan tersebut ditandai dengan salam tiga jari ala film hunger games. Tanpa diduga, salam tersebut ternyata menjadi gerakan yang besar di Negeri Gajah Putih. Melihat adanya potensi ancaman, Militer Thailand mengatakan mereka siap yang bersikeras melakukan salam hunger games tersebut di muka umum. (Detikcom/f)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru