Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Lindungi Wilayah Pantai, Brazil Bangun Lima Kapal Selam Nuklir

- Kamis, 05 Juni 2014 12:25 WIB
178 view
 Lindungi Wilayah Pantai, Brazil Bangun Lima Kapal Selam Nuklir
Rio de Janeiro (SIB)- Brazil membuat lima kapal selam untuk meronda pantai panjangnya, termasuk satu bertenaga nuklir, yang akan menempatkan negara itu dalam kelompok negara pemilik senjata nuklir. Negara Amerika Selatan itu dalam upaya mengeksplorasi ladang minyak besar di lepas pantai, yang dapat menjadikannya salah satu dari pengekspor penting minyak dunia.

Kapal selam baru itu bertujuan untuk melindungi sumber-sumber itu, kata pejabat angkatan laut yang mengkoordinasikan proyek senilai 10 miliar dolar AS itu. "Kapal selam bertenaga nuklir itu adalah salah satu dari senjata-senjata dengan kekuatan pencegah terbesar," kata Gilbeto Max Roffe Mirshfeld kepada AFP, Rabu (4/6).

"Brazil memiliki kekayaan di perairannya. Adalah tanggung jawab kita untuk memiliki angkatan bersenjata yang kuat. Tidak untuk berperang, tetapi untuk menghindari perang. Karena itu siapapun jangan berusaha mengambil kekayaan-kekayaan kita." 

Kapal-kapal selam baru itu, yang semuanya akan menggantikan armada tua lima kapal selam konvensional, sedang dibangun di satu kompleks seluas 540.000 meter persegi di Itagual,selatan Rio de Janeiro. Proyek itu adalah usaha patungan antara angkatan laut, perusahaan konstruksi Brazil Odebrecht dan perusahaan pertahanan negara Prancis DCNS.

Brazil dan Prancis menandatangani satu perjanjian bagi proyek  tahun 2008 di mana DCNS akan memberikan bahan-bahan dan pelatihan sementara Brazil membangun industri kapal selamnya sendiri. Brazil sedang membangun reaktor nuklir dan memperkaya uraniumnya sendiri.

Kapal selam pertama, kapal selam kovensional SBRI, selesai 45 persen dan menurut rencana akan diluncurkan tahun 2017. Kapal selam kedua berada dalam tahap awal pembangunan dan menurut rencana akan diluncurkan tahun 2019.

Pekerjaan membangun kapal selam nuklir, SNBR diharapkan akan dimulai tahun 2017, dengan peluncuran akan ditargetkan pada tahun 2025, pada tahun proyek itu rampung. Para pekerja sedang merakit kapal-kapal selam berukuran panjang 38 meter. Apabila rampung, kapal selam nuklir itu akan memiliki panjang 100 meter dan berat 6.000 ton. Kapal-kapal konvensionalnya memiliki ukuran panjang 75 meter dan berat 2.000 ton.

Tidak seperti halnya dengan kapal-kapal selam konvensional yang dioperasikan dengan tenaga listrik atau mesin-mesin diesel dan harus mengapung setiap 12 sampai 14 jam untuk mengisi bahan bakar, kapal-kapal selam nuklir dijalankan oleh tenaga nuklir dan dapat berada di bawah air untuk jangka waktu yang tidak terbatas.

Kapal-kapal itu juga dilengkapi untuk meluncurkan hulu ledak nuklir -- kendatipun berdasarkan konstitusi Brazil dan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir, negara itu dilarang membangun senjata-senjata atom. Lima kapal selam barunya akan dilengkapi dengan torpedo-torpedo konvensional. Angkatan laut Brazil mengatakan kapal-kapal selam konvensional  akan mematroli pelabuhan-pelabuhan dan tempat strategis lainnya di sepanjang pantai 8.500 kilometer negara itu.

SNBR akan mematroli lebih jauh di sekitar cadangan minyak air dalam -- sekitar 35 miliar barel-- dan apa yang disebut Blue Amazon, satu daerah aneka ragam hayati lepas pantai yang kaya mineral  termasuk emas, mangan dan batu gamping. Menurut  Stockholm International Peace Research Institute, Brazil adalah salah satu dari 15 bujet-bujet pertahanan terbesar dunia tahun 2013, 31,5 miliar dolar AS. (Ant/AFP/f)


Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru