Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Obama Tegaskan Dukungan AS untuk Ukraina

- Kamis, 05 Juni 2014 12:28 WIB
306 view
Obama Tegaskan Dukungan AS untuk Ukraina
Warsawa (SIB)- Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengadakan pertemuan dengan presiden Ukraina yang baru terpilih, Petro Poroshenko. Obama pun menegaskan bahwa AS berkomitmen untuk terus mendukung Ukraina. "Amerika Serikat benar-benar berkomitmen untuk mendukung rakyat Ukraina bukan cuma dalam hari-hari mendatang, pekan-pekan mendatang, namun juga dalam tahun-tahun mendatang," tutur Obama kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (4/6).

Hal tersebut disampaikan Obama usai pembicaraan dengan Poroshenko di hotelnya di Warsawa, Polandia. Dikatakan Obama, dirinya sangat terkesan akan visi presiden baru Ukraina itu. Sementara Poroshenko mengucapkan terima kasih pada Obama atas dukungan terus-menerus AS, yang menurutnya sangat penting.

Dalam pertemuan itu, Obama menawarkan bantuan senilai 5 juta dolar kepada militer Ukraina termasuk kendaraan pengangkut personil, kacamata malam dan peralatan komunikasi. Saat ini Amerika hanya memberikan bantuan tak mematikan seperti pakaian, makanan dan radio.

Miliarder Poroshenko memenangi pemilihan presiden Ukraina yang digelar 25 Mei lalu. Dia pernah menjabat sebagai menteri luar negeri dan menteri ekonomi Ukraina dalam pemerintahan sebelumnya, termasuk di bawah pemerintahan presiden Viktor Yanukovych yang didukung Rusia. Tetapi Poroshenko menjadi penyandang dana utama aksi demo menentang Yanukovych dan telah berjanji untuk memperbaiki hubungan Ukraina dengan Rusia.

Poroshenko mengatakan akan segera mengumumkan sebuah rencana resolusi damai mengakhiri konflik di wilayah timur setelah dirinya dilantik hari Sabtu (7/6). “Segera setelah pelantikan presiden, kami akan siap memaparkan rencana resolusi damai kami di wilayah timur,” ungkapnya.

Konflik di Ukraina timur terus berlangsung. Ratusan pemberontak pro-Rusia melancarkan serangan berjam-jam ke markas militer di wilayah Lugansk. Tiga tentara Ukraina dilaporkan terluka dalam serangan itu. Serangan ke markas Garda Nasional Ukraina tersebut dimulai pada Selasa, 3 Juni malam waktu setempat dan berlangsung sekitar 10 jam.

Menurut Kementerian Dalam Negeri Ukraina, enam pemberontak juga tewas dalam baku tembak itu. Disebutkan kementerian, 300 pemberontak ikut serta dalam serangan tersebut. Mereka bersenjatakan senapan otomatis, peluncur roket dan mortir. Belum ada pernyataan dari pihak pemberontak terkait pertempuran itu.

Dalam beberapa hari terakhir, Lugansk dan wilayah-wilayah lainnya dekat perbatasan Ukraina dengan Rusia telah menjadi ajang pertempuran sengit. Sebelumnya pada Senin, 2 Juni, para separatis mencoba menggempur komando wilayah penjaga perbatasan dalam pertempuran yang berlangsung seharian. Tidak ada laporan korban jiwa dalam baku tembak itu. (Detikcom/f)


Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru