Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Politikus India Anggap Pemerkosaan Bisa Salah dan Benar

- Sabtu, 07 Juni 2014 11:22 WIB
473 view
 Politikus India Anggap Pemerkosaan Bisa Salah dan Benar
SIB/AP Photo/Rajeev Pal, file
Seekor anjing polisi berdiri dekat pohon digantungnya dua perempuan remaja sebelum diperkosa. Seorang politikus BJP melontarkan pernyataan kontroversi dengan mengatakan pemerkosaan bisa menjadi sebuah kebenaran, bisa jadi kesalahan.
New Delhi (SIB)- Menteri Dalam Negeri negara bagian Madhya Pradesh, Babulal Gaur, menuai kontroversi atas pernyataannya soal kasus perkosaan yang marak di India. Dia mengatakan, pemerkosaan bisa menjadi kebenaran, bisa jadi kesalahan.

Seperti diberitakan Channel News Asia, Kamis (5/6), menteri dari partai berkuasa, BJP, mengatakan pemerkosaan adalah kejahatan sosial. Hal ini, lanjut dia, hanya menjadi kejahatan kriminal jika dilaporkan. Jika tidak, pemerintah tidak bisa melakukan apa pun.

"Tapi itu semua tergantung dari pria dan wanitanya. Mungkin saja benar dan bisa jadi salah. Namun, tidak akan terjadi hal apa pun hingga polisi menerima keluhan soal kejadian tersebut," kata dia. Gaur tidak menjelaskan seperti apa perkosaan yang benar dan yang salah.

Ketika ditanya oleh media soal peningkatan yang tajam dari kasus pemerkosaan di India, dia malah menjawab bahaya yang dihadapi korban tidak seperti tindak kejahatan lainnya. Babulal turut mendukung pernyataan Kepala Menteri negara bagian Uttar Pradesh, Akhilesh Yadav.

Akhilesh saat itu berkomentar soal dua remaja perempuan yang ditemukan tewas tergantung di pohon mangga. Sebelumnya, mereka menjadi korban tindak kekerasan seksual beberapa kali. Babulal mengatakan tindak pemerkosaan merupakan sesuatu yang tidak diduga. "Tidak ada informasi mengenai siapa yang akan melakukan tindakan itu. Semuanya terjadi begitu saja," imbuh dia.

Komentar ini menuai kecaman dari masyarakat yang jengah dengan banyaknya kasus perkosaan. Partai BJP yang dipimpin presiden terpilih Narendra Modi mengatakan komentar Gaur dan Akhilesh tidak mewakili pandangan partai.

"Tidak peduli itu Gaur atau Akhilesh, jika ada orang yang membuat pernyataan itu selama mereka masih jadi pesawat, maka patut dikutuk," kata tokoh wanita BJP, Shobha Oza. Tindak pemerkosaan di India cukup mengerikan. Menurut laporan Reuters, di India, pemerkosaan terjadi tiap 21 menit sekali. Kelompok pembela HAM mengatakan penegakkan hukum terhadap pelaku sangat lemah.

Umumnya polisi di India tidak akan memproses laporan tersebut secara seksama. Kasta seringkali menjadi alasan di mana hukum tidak bisa melindungi kaum perempuan India. Kasta yang lebih tinggi, sering menggunakan cara tak terpuji tersebut untuk menanam rasa takut kepada kasta di bawahnya.

Seperti yang dialami dua gadis yang digantung di pohon setelah sebelumnya diperkosa terlebih dahulu Mei silam. Setelah mengetahui kasta yang dimiliki orang tua korban ini, polisi yang harusnya melayani masyarakat justru menolak karena kasta mereka lebih rendah. Bahkan, tetangga korban mengatakan bahwa polisi setempat melakukan diskriminasi kepada orang-orang yang memiliki kasta lebih rendah di kota.(vivanews/ r)


Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru