Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

PM Jepang Ajak Paus Fransiskus Bahas Stabilitas di Asia

- Minggu, 08 Juni 2014 21:51 WIB
291 view
PM Jepang Ajak Paus Fransiskus Bahas Stabilitas di Asia
Roma (SIB)- Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe mengajak Pemimpin Gereja Katolik Dunia, Paus Fransiskus membahas stabilitas kemanan di wilayah Asia. Dalam pembicaraannya Shinzo menjelaskan cara mempromosikan perdamaian di wilayah Asia. Melansir Japan Today, Sabtu (7/6), pembicaraan tersebut memang menjadi referensi khusus bagi Shinzo untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas di benua Asia.

Abe dan Fransiskus juga membicarakan tentang komitmen Jepang terhadap kerjasama untuk pembangunan, khususnya di wilayah Afrika. Abe sangat memberikan perhatiannya terhadap kondisi lingkungan dan juga terkait perlucutan senjata nuklir yang baru dibahas di sejumlah negara.

Ketegangan di wilayah Asia Timur dipicu klaim yang dilakukan Tiongkok terhadap sejumlah pulau kecil yang ada di wilayah Laut Tiongkok Selatan dan juga memanasnya situasi di semenanjung Korea . Jepang sendiri sempat mendapatkan ancaman terkait peluncuran nuklir  yang dilakukan oleh Korea Utara (Korut)untuk keempat kalinya.

Bukan hanya Jepang, Korea Selatan (Korsel) juga kerap mendapatkan tekanan militer dari Korut. Rencananya Fransiskus akan mengunjungi pada 13 sampai 18 Agustus 2014 untuk melihat situasi yang saat ini sedang memanas di sana.

Sementara Vietnam menyerukan AS agar memainkan peran lebih besar dalam melindungi perdamaian dan mengatasi konflik di perairan Laut Tiongkok Selatan yang disengketakan. Desakan Vietnam akan keterlibatan AS yang lebih jauh itu diambil ketika kapal-kapal Vietnam terus bentrok dengan kapal-kapal Tiongkok di dekat sebuah anjungan minyak kontroversial yang ditempatkan Tiongkok di perairan sengketa bulan lalu.

Menurut para pejabat Vietnam, kapal-kapal Tiongkok menenggelamkan salah satu kapalnya dan merusak 24 lainnya, serta mencederai 12 anggota pengawas kegiatan perikanan. Tetapi Tiongkok menuduh kapal-kapal Vietnam yang agresif, dan mengatakan mereka telah menabrak kapal-kapal Tiongkok 120 kali sejak awal Mei. AS telah mengatakan tidak berpihak dalam sengketa itu dan ingin negara-negara di kawasan itu untuk mengatasi perbedaan mereka secara damai.

Pejabat Vietnam mengatakan 10 nelayan yang ada dalam kapal tersebut diselamatkan oleh kapal-kapal lain yang berada di dekatnya, setelah insiden yang terjadi sekitar 12 mil laut baratdaya anjungan minyak itu.  "Mereka tidak diperbolehkan mencari ikan, ditakut-takuti oleh kapal Tiongkok, peralatan mereka dirusak, dan para kru kapal diperlakukan dengan brutal," kata wakil kepala Departemen Pemantauan dan Perikanan Vietnam, Ha Le.

Hubungan antara Vietnam dan Tiongkok memburuk terkait penempatan anjungan minyak, dan memperparah konflik di perairan tersebut. Anjungan minyak itu ditempatkan di dekat Kepulauan Paracel yang disengketakan, yang dikenal dengan nama Hoang Sa di Vietnam dan Xisha di Beijing.

"Setiap hari, Tiongkok mengerahkan antara 30 sampai 137 kapal di sekitar anjungan minyak, termasuk enam kapal perang," kata wakil komandan penjaga pantai Vietnam, Ngo Ngoc. "Kapal-kapal Vietnam dicegah ... dan mereka mencoba menghindar dari ditabrak Tiongkok," katanya seraya menambahkan bahwa Vietnam tidak pernah menggunakan meriam air melawan kapal-kapal Tiongkok. (Ant/AFP/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru