Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 30 Januari 2026

Jet Rusia Terbang di Atas Gedung Putih, Pentagon dan CIA

* Ratusan Diplomat AS Diusir Putin, Trump Ucapkan Terima Kasih
- Sabtu, 12 Agustus 2017 15:24 WIB
544 view
Washington (SIB) -Sebuah jet Angkatan Udara Rusia melakukan penerbangan observasi rendah di Washington DC dalam misi pengawasan yang disetujui oleh pejabat Amerika Serikat. Harian Inggris, The Independent , melaporkan, pesawat tanpa senjata milik Rusia itu terbang rendah di atas Gedung Putih, markas Pentagon, dan kantor pusat CIA, Kamis (10/8). Selain itu, jet tersebut juga terbang di atas Bedminster, New Jersey, tempat Presiden Donald Trump sedang menikmati liburan dalam 17 hari ini.

Pejabat pertahanan AS mengatakan, rute yang pasti yang dilalui pesawat Rusia hanya bisa dikonfirmasi setelah misi tersebut selesai dilakukan. Atraksi flypast, pada Rabu antara pukul 11.00 hingga 15.00 waktu setempat itu, diizinkan di bawah Perjanjian Udara Terbuka ( Open Skies Treaty) yang telah lama berjalan.
Perjanjian itu bertujuan untuk mencoba mengedepankan transparansi tentang aktivitas militer dan membantu dalam memantau pengendalian senjata.

Polisi di gedung Capitol, yakni pasukan keamanan di Kongres AS, memberikan peringatan terlebih dahulu atas sebuah "pesawat yang terbang rendah" itu, yang akan memasuki wilayah udara Washington DC. "Pesawat itu berukuran besar dan bisa terbang langsung di atas (gedung) Capitol AS," kata pernyataan tersebut. "Penerbangan ini akan dipantau oleh pusat komando polisi Capitol dan badan pemerintah federal lainnya," tambah pernyataan itu.

Jet Tu-154M milik AU Rusia itu juga terbang di atas Pangkalan Bersama Andrews di Maryland, yang berfungsi sebagai pangkalan utama pesawat jumbo jet kepresidenan, Air Force One. Kemudian pesawat Rusia itu juga terbang ke utara di atas Bedminster, New Jersey, tempat Trump saat ini berada untuk menikmati liburannya selama 17 hari. Jet Rusia tersebut juga mengamati kompleks Presiden di Camp David, Maryland, pangkalan udara Wright-Patterson di Ohio dan, pusat operasi darurat Mount Weather di Virginia.

"AS dikabari mengenai jalur penerbangan oberservasi yang direncanakan itu, berpartisipasi dalam pengembangan rencana penerbangan yang disepakati, menyertakan pengamat AS di pesawat selama penerbangan itu, dan menerima salinan foto yang diambil pesawat Rusia pada akhir misi itu," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS kepada kantor berita Rusia, Tass. "Traktat tersebut tidak menghalangi State Party yang teramati untuk mengambil tindakan mitigasi di tempat-tempat sensitif di lapangan."

Pada Mei lalu, Rusia melakukan penerbangan serupa di atas Inggris berdasarkan perjanjian Internasional, Open Skies Treaty. Saat itu pesawat Antonov An-30B terbang dari Brize Norton di Oxford, Inggris, dengan personil Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) berada di dalamnya. Mereka mengikuti rencana penerbangan yang telah disetujui sebelumnya oleh Kementerian Pertahanan dan RAF.

Ucapkan Terima Kasih
Ratusan diplomat Amerika Serikat diusir dari Rusia. Namun Presiden Donald Trump malah berterima kasih kepada Presiden Rusia Vladimir Putin atas pengusiran tersebut. Alasannya, pemerintah AS memang berupaya mengurangi anggaran pembayaran gaji.

"Saya ingin berterima kasih padanya (Putin) karena kami memang sedang berupaya memangkas anggaran pembayaran gaji kami... Saya sangat berterima kasih karena dia melepaskan banyak orang karena kini kami punya daftar gaji yang lebih sedikit," kata Trump kepada para reporter seperti dilansir CNBC, Jumat (11/8).

"Saya sangat menghargai fakta bahwa kami bisa memangkas pengeluaran gaji AS kami. Kami akan menghemat banyak uang," imbuh Trump kepada para wartawan di klub golf miliknya di Bedminster, New Jersey, pada Kamis (10/8) waktu setempat.

Bulan lalu, Kongres AS yang dikuasai Partai Republik, menyetujui sanksi-sanksi baru terhadap Rusia, Iran dan Korea Utara (Korut). Legislasi itu dimaksudkan untuk menghukum Moskow atas dugaan intervensinya dalam pemilihan presiden AS tahun 2016 dan pencaplokan Crimea dari Ukraina oleh Rusia.

Presiden Putin merespons sanksi tersebut memerintahkan 755 diplomat AS angkat kaki dari Rusia. Ditegaskan Putin, sanksi tersebut sama dengan perang dagang berskala penuh dan berakhirnya harapan untuk perbaikan hubungan dengan pemerintahan Trump.

Presiden Rusia itu menyatakan ratusan diplomat Negeri Abang Sam harus angkat kaki dari negaranya pada 1 September 2017. Dengan pengurangan ini, jumlah staf diplomat pemerintahan Trump di Rusia menjadi 455 orang. Jumlah ini sama dengan diplomat Rusia yang berada di Amerika Serikat. (Detikcom/kps/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru