Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Bandara Internasional Karachi Kembali Diserang, Korban Tewas jadi 27 Orang

*Sekjen PBB Kecam Keras Serangan Taliban ke Bandara Pakistan
- Rabu, 11 Juni 2014 11:53 WIB
383 view
Bandara Internasional Karachi Kembali Diserang, Korban Tewas jadi 27 Orang
SIB AP Photo
Petugas keamanan Pakistan menutup akses masuk ke bandara setelah terjadi penyerangan lanjutan ke satu fasilitas di bandara Karachi, Selasa (10/6).
KARACHI (SIB)- Serangan kedua terhadap Bandara Internasional Jinah di Karachi, Pakistan, berakhir  Selasa (10/6) tanpa adanya korban jatuh, namun pelaku penyerangan berhasil meloloskan diri. "Itu bukan serangan besar. Dua orang mendatangi pos pemeriksaan pasukan keamanan bandara (ASF) dan mulai menembak. Tak ada korban jiwa atau cedera," kata Kolonel Tahir Ali, juru bicara ASF.

Ali menambahkan, para penyerang kabur karena pasukan penjaga sedang dalam kewaspadaan tinggi sesuai dengan standar operasi pasukan paramiliter dan angkatan darat. "Personel ASF melepaskan tembakan peringatan ke udara namun tidak ada baku tembak dengan penyerang," ujar Ali. Sementara itu, juru bicara militer Pakistan Mayor Jenderal Asim Bajwa membenarkan telah terjadi serangan yang dilakukan tiga atau empat orang penyerang.

"Sebanyak 3-4 teroris menembak di dekat kamp ASF dan melarikan diri. Tak ada kerusakan pagar dan tak ada teroris yang masuk ke dalam bandara. Pengejaran masih dilakukan dan situasi sudah terkendali," ujar Bajwa. Serangan itu terjadi pada pukul 12.30 waktu setempat di satu pos pemeriksaan yang menjaga pintu masuk kamp ASF yang berjarak 500 meter dari wilayah bandara dan berjarak satu kilometer dari terminal penumpang.

Kembali Dibuka

Bandara terbesar Pakistan kembali beroperasi setelah serangan milisi yang sejauh korban tewas telah mencapai 37 orang, termasuk seluruh penyerang yang berjumlah 10 orang. Serangan terhadap bandara internasional Jinnah di Karachi dimulai hari Minggu (8 Juni) dan pasukan keamanan kembali menguasai keadaan pada Senin dini hari. Pemerintah mengatakan penyelidikan menyeluruh sedang berlangsung.

Sebagian pelaku penyerangan mengenakan seragam militer. Setidaknya tiga di antara mereka meledakkan rompi bom bunuh diri yang mereka pakai. Selain 10 pelaku, para korban tewas lainnya termasuk petugas keamanan bandara dan pegawai maskapai Pakistan International Airlines (PIA). Sementara 26 orang lainnya terluka dalam insiden ini.

"Tujuan utama para teroris adalah menghancurkan pesawat di landasan namun hanya ada kerusakan ringan pada dua atau tiga pesawat," kata Menteri Dalam Negeri Pakistan Chaudhry Nisar Ali Khan pada konferensi pers. "Aset-aset nasional Pakistan aman dan selamat," imbuhnya seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (10/6).

Asif Kirmani, juru bicara Perdana Menteri Nawaz Sharif, juga memuji reaksi pasukan keamanan. Pada pengamat mengatakan kekerasan terbaru ini semakin mempertanyakan usaha Sharif memulai perundingan damai dengan Taliban. Pembicaraan kedua belah pihak mencatat sedikit kemajuan sejak bulan Februari.

Sejumlah pengecam mengatakan langkah ini dapat memberikan para milisi waktu untuk menghimpun kekuatan. Pakistan memerangi kelompok pemberontak Islamis selama lebih sepuluh tahun dengan Taliban Pakistan sebagai kelompok militan utama di negara itu. Perdana Menteri Sharif baru-baru ini mengatakan kepada BBC dirinya berharap usaha perdamaian dengan Taliban akan berhasil. Tetapi kekerasan terus berlanjut dan Karachi seringkali menjadi sasaran utama.

Korban Tewas Jadi 37 Orang

Bertambah lagi korban jiwa akibat serangan bersenjata ke Bandara Internasional Jinnah di Karachi, Pakistan. Jasad tujuh pekerja bandara dalam kondisi hangus terbakar ditemukan otoritas Pakistan. Dengan demikian, korban jiwa sejauh ini telah mencapai 37 orang. Ketujuh orang tersebut bersembunyi dalam fasilitas penyimpanan beku ketika para militan melancarkan serangan pada Minggu, 8 Juni lalu. Namun fasilitas tersebut ikut terbakar saat serangan yang diklaim dilakukan Taliban tersebut. "Kami telah menemukan tujuh jasad dari fasilitas berpendingin yang terbakar," kata pejabat kesehatan setempat, Dr Sagheer Ahmed kepada para wartawan seperti dilansir AFP, Selasa (10/6).

Ditambahkannya, seorang petugas keamanan bandara hingga saat ini belum ditemukan. Dalam insiden berdarah itu, sebelas petugas keamanan bandara dipastikan tewas. Ditambah dengan seorang personel paramiliter dan seorang polisi serta 14 pekerja sipil. Keseluruhan pelaku penyerangan yang berjumlah 10 orang juga tewas. Itu merupakan serangan terbesar Taliban di Pakistan sejak dua pengebom bunuh diri meledakkan diri mereka di sebuah gereja di Peshawar tahun lalu. Sebanyak 82 orang tewas dalam peristiwa itu.

Sekjen PBB Kecam Keras Serangan Taliban ke Bandara Pakistan


Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon mengecam keras serangan teroris ke Bandara Internasional Jinnah di kota Karachi, Pakistan. Serangan yang berlangsung berjam-jam itu menewaskan 30 orang. Pemimpin badan dunia itu juga mengecam serangan terpisah yang menargetkan peziarah Syiah. Setidaknya 25 orang tewas dalam serangan bunuh diri di satu hotel di Taftan, Balochistan tersebut. "Kami sangat prihatin akan peningkatan kekerasan ini di wilayah Pakistan," kata juru bicara Ban, Stephane Dujarric dalam statemen seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (10/6).

Ban pun mendesak pemerintah Pakistan untuk meningkatkan upaya-upaya guna menanggulangi terorisme dan ekstremisme religius. Juga menjamin keselamatan warga sehingga mereka bisa mengamalkan agama mereka dengan bebas. Pemimpin badan dunia itu juga menyampaikan dukacita paling mendalam bagi keluarga para korban yang tewas dalam serangan itu.

Serangan ke Bandara Internasional Jinnah dimulai pada Minggu, 8 Juni sekitar pukul 11 malam waktu setempat dan baru berakhir pada Senin (9/6) pagi waktu setempat. Militer Pakistan menyatakan, seluruh pelaku yang berjumlah 10 orang tewas dalam serangan itu. Sebagian pelaku penyerangan mengenakan seragam militer. Setidaknya tiga di antara mereka meledakkan rompi bom bunuh diri yang mereka pakai.

"Tujuan utama para teroris adalah menghancurkan pesawat di landasan namun hanya ada kerusakan ringan pada dua atau tiga pesawat," kata Menteri Dalam Negeri Pakistan Chaudhry Nisar Ali Khan pada konferensi pers. "Aset-aset nasional Pakistan aman dan selamat," imbuhnya.

Kelompok militan Taliban Pakistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan berdarah tersebut. Kelompok itu bahkan berjanji akan kembali melancarkan serangan-serangan lainnya. (BBC/AFP/dtc/c)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru