Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Dikuasai Militan, Ratusan Ribu Warga Irak Mengungsi dari Kota Mosul

* PM Irak Minta Parlemen Sahkan Penerapan Status Darurat
- Kamis, 12 Juni 2014 11:36 WIB
599 view
Dikuasai Militan, Ratusan Ribu Warga Irak Mengungsi dari Kota Mosul
SIB/rtr
Sekumpulan anggota keluarga warga kota Mosul, Irak berjalan menuju pos pemeriksaan di kota Arbil, kawasan Kurdi Irak. Ratusan ribu orang mengungsi meninggalkan kota Mosul, Rabu (11/6) setelah dikuasai pasukan militan ISIL.
Baghdad (SIB)- Sekitar 500 ribu warga Irak meninggalkan rumah-rumah mereka di kota Mosul setelah kelompok jihadis menguasai kota terbesar kedua di Irak itu. Warga kabur karena mengkhawatirkan akan meningkatnya kekerasan di wilayah tersebut. Demikian disampaikan Organisasi Internasional untuk Migrasi atau International Organization for Migration (IOM) seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (11/6).

Menurut IOM, pertempuran antara pasukan Irak dan para militan Islamic State of Iraq and the Levant di Mosul telah menimbulkan banyak korban jiwa warga sipil. Namun tidak disebutkan jumlah korban tewas persisnya. "Sejumlah masjid telah diubah menjadi klinik-klinik untuk merawat para korban," demikian disampaikan IOM.

Kota Mosul yang mayoritas penduduknya warga Sunni, berada sekitar 350 kilometer sebelah utara ibukota Baghdad. Kota ini telah lama menjadi basis militan dan merupakan salah satu wilayah paling berbahaya di Irak.

Pejabat Kementerian Dalam Negeri Irak mengatakan pada Selasa, 10 Juni, kota Mosul telah berada di tangan para militan yang menyerbu kota tersebut dan terlibat pertempuran dengan para tentara Irak. Dikatakannya, para tentara di kota tersebut telah kabur meninggalkan pos-pos mereka setelah melepaskan seragam militer mereka.

Seorang pejabat militer setempat mengatakan, pasukan Irak di Mosul bertempur melawan ratusan militan dari kelompok jihadis Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) sejak Senin, 9 Juni malam waktu setempat. Unit-unit militer kemudian mundur dari bagian timur kota tersebut menuju bagian barat Mosul, sebelum akhirnya meninggalkan kota tersebut. Maka jadilah kini para militan menguasai Mosul.

Kota Mosul merupakan kota kedua di Irak yang kini berada di bawah kendali para militan. Sebelumnya pada Januari lalu, pemerintah Irak juga kehilangan kendali atas kota Fallujah, yang berada tak jauh dari ibukota Baghdad.

PM Irak Minta Penerapan Status Darurat

Perdana Menteri (PM) Nouri Al Maliki segera merespons aksi perebutan kota kedua terbesar Irak, Mosul oleh pemberontak ISIL. Maliki secara resmi meminta Parlemen Irak menerapkan status darurat. Kondisi keamanan di Mosul setelah direbut ISIL semakin tidak kondusif. Pasalnya, sejumlah aparat keamanan sudah ditarik dari Mosul.

"Kami telah kehilangan Mosul pagi ini," sebut pernyataan resmi Militer Irak, seperti dikutip dari Morning Star, Selasa (10/6). "Tentara dan Polisi sudah meninggalkan Mosul, pemberontak ISIL mengontrol penuh kota tersebut," tambah pernyataan tersebut.

Mosul merupakan Ibu Kota Provinsi Niniwe. Selain sebagai kota kedua terbesar di Irak, Mosul adalah salah satu kota penting di Negeri 1.001 malam. Sampai saat ini, Pemerintah Irak berupaya keras merebut kembali Mosul. Namun, hal tersebut semakin sulit terwujud karena adanya bantuan Al-Qaeda terhadap ISIL.    

AS Angkat Bicara

Pemerintah Amerika Serikat (AS), angkat bicara mengenai pertempuran yang terjadi di Mosul Irak. Seperti diketahui, pertempuran di Mosul, menyebabkan kota terbesar kedua di Irak tersebut dikuasai oleh Pemberontak ISIL.

Melalui Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Jen Psaki, AS menyebut situasi di Irak sangatlah serius. Oleh sebab itu, Negera Adidaya ini siap membantu Irak melawan agresi yang diluncurkan oleh ISIL. "Pemerintah AS mendukung Pemerintah Irak, dan siap berkoordinasi demi memukul mundur para perancang agresi ini," sebut Psaki, seperti dikutip dari CBC, Rabu (11/6). "AS akan menyediakan segala macam bantuan bagi Pemerintah Irak di bawah bingkai kerja sama yang telah tercapai demi memastikan upaya ini berhasil," tambah dia.

Selain AS Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki Moon turut berkomentar mengenai apa yang terjadi di Mosul. Dijelaskannya, PBB mengutuk keras tindakan yang dilakukan ISIL. (AFP/dtc/okz/i)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru