Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Afghanistan Gelar Pilpres Putaran Kedua, Taliban Peringatkan Warga Jauhi TPS

- Minggu, 15 Juni 2014 23:46 WIB
342 view
Afghanistan Gelar Pilpres Putaran Kedua, Taliban Peringatkan Warga Jauhi TPS
Kabul (SIB)- Pemilihan presiden putaran kedua digelar di Afghanistan, Sabtu (14/6)  dengan dua kandidat utama saling berhadapan untuk menggantikan Presiden Hamid Karzai. Meski ada ancaman militan Taliban, warga Afghanistan tetap mengantre untuk menggunakan hak suaranya dalam pemilu ini.
Pemilu presiden putaran kedua ini diikuti oleh dua kandidat utama, yakni mantan menteri luar negeri Abdullah Abdullah dan mantan ekonom Bank Dunia Ashraf Ghani. Putaran kedua digelar karena tidak ada kandidat yang berhasil meraih suara di atas 50 persen.

Dalam putaran pertama yang digelar pada April lalu, kedua kandidat memuncaki perolehan suara dari delapan kandidat yang mencalonkan diri. Abdullah meraih 45 persen suara dan Ghani meraih 31,6 persen suara. Hasil penghitungan tersebut akhirnya ditetapkan setelah melewati sejumlah investigasi atas tudingan kecurangan pemilu oleh kedua belah pihak. Demikian seperti dilansir AFP, Sabtu (14/6).

Otoritas Afghanistan dan sekutu internasional berharap agar pemilu putaran kedua ini bisa berjalan lancar seperti putaran pertama. Saat itu, militan setempat gagal meluncurkan serangan mematikan dan jumlah pemilih tercatat lebih dari 50 persen penduduk Afghanistan.

Namun pelaksanaan putaran kedua ini dibayang-bayangi oleh ancaman militan Taliban, yang secara khusus menyatakan akan menyerang tempat pemungutan suara saat pemilu digelar. Menanggapi hal ini, kepala misi PBB untuk Afghanistan, Jan Kubis memperingatkan pendukung kedua kandidat untuk tidak melakukan kecurangan maupun intimidasi apapun. "Jangan melakukan kecurangan. Jangan menggunakan intimidasi atau manipulasi untuk membantu kandidat Anda," tegas Kubis ketika pemungutan suara mulai dibuka pada pukul 07.00 waktu setempat.

Pelaksanaan pemilu di Afghansitan diwarnai oleh sulitnya kondisi medan lapangan dan buruknya kondisi jalanan. Panyaluran logistik menghadapi tantangan tersendiri dan memakan banyak waktu. Ribuan keledai digunakan untuk mengirimkan surat suara ke desa-desa terpencil. Belum lagi proses penghitungan suara yang memakan waktu hingga berminggu-minggu. Hasil penghitungan awal pada putaran kedua dijadwalkan selesai pada 2 Juni dan pengitungan akhir akan ditetapkan pada 22 Juli mendatang.

Peringatkan Warga
Kelompok Taliban peringatkan warga Afghanistan menjauhi lokasi tempat pemungutan suara (TPS). Peringatan ini menyusul Pemilihan Presiden (Pilpres) Afghanistan yang diselenggarakan pada Sabtu 14 Juni 2014. Melansir ABC News, Sabtu (14/6), pihak Tentara Afghanistan pun sudah meningkatkan keamanan dengan mendirikan sejumlah pos pemeriksaan lebih banyak, dan melarang sejumlah kendaraan truk dari jalan-jalan ibu kota, di Kabul.

Dalam pemilihan nanti terdapat dua calon presiden yakni Abdullah Abdullah dan Ashraf Ghani Ahmadzai. Dalam kampanyenya kedua kandidat tersebut berjanji  akan memperbaiki hubungan dengan negara Barat. Hal tersebut mereka lakukan dengan menandatangani perjanjian keamanan dengan Amerika Serikat (AS) yang selama ini tertunda.

Perjanjian tersebut akan membuat  sekira 10 ribu pasukan AS tetap berada di Afghanistan selam dua tahun ke depan untuk melakukan operasi kontra terorisme. Mereka juga berjanji akan memerangi korupsi dan memimpin Afghanistan lebih baik daripada pemimpin sebelumnya Hamid Karzai. Saat ini, Abdullah berada diposisi unggul dengan perolehan suara sekira 45 persen. Sementara lawanya hanya mendapat sekira 31,6 suara. (AFP/dtc/ABC/okz/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru