Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 11 April 2026

Pertama dalam 2 Tahun Terakhir, PM Israel Telepon Presiden Palestina

- Rabu, 18 Juni 2014 16:46 WIB
319 view
Pertama dalam 2 Tahun Terakhir, PM Israel Telepon Presiden Palestina
Yerusalem (SIB)- Jarang terjadi, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menelepon Presiden Palestina Mahmud Abbas. Namun hal ini dilakukan PM Netanyahu untuk meminta bantuan Presiden Abbas dalam memastikan keselamatan tiga remaja Israel yang hilang diculik.

Seperti dilansir AFP, Senin (16/6), percakapan telepon kedua pemimpin negara ini merupakan kontak politik langsung yang pertama sejak tahun 2012 lalu.

Otoritas Israel kini tengah melakukan pencarian besar-besaran di Tepi Barat untuk mencari tiga remaja yang diyakini Netanyahu diculik oleh militan dari Hamas.

Operasi pencarian telah memasuki hari keempat, tentara Israel terus melanjutkan misinya, bahkan mereka menangkap sejumlah pihak terkait Hamas, termasuk di antaranya mantan menteri dan anggota parlemen dari Hamas.

Semenjak operasi pencarian dimulai pada Jumat (13/6) lalu, otoritas Israel telah menangkap lebih dari 150 warga Palestina, yang sebagian besar merupakan anggota Hamas. Seiring berlanjutnya krisis ini, PM Netanyahu menelepon Presiden Abbas untuk mengutarakan keinginannya terkait hal ini.

"Saya mengharapkan Anda untuk membantu memulangkan remaja-remaja yang diculik dan membantu penangkapan para penculik," tutur PM Netanyahu kepada Abbas. "Para penculik dari Hamas keluar dari wilayah yang dikendalikan Otoritas Palestina dan kembali ke dalam wilayah yang dikendalikan Otoritas Palestina," imbuhnya. Sejauh ini, belum ada klaim resmi dari kelompok-kelompok tertentu yang mengaku bertanggung jawab atas penculikan ini. Hamas sendiri membantah keras tudingan Israel dan menyebutnya sebagai tudingan bodoh.

Secara terpisah, kantor berita Palestina WAFA membenarkan adanya percakapan telepon antara Netanyahu dengan Abbas tersebut. WAFA melaporkan, percakapan telepon tersebut fokus pada menindaklanjuti kasus penculikan tiga remaja Israel yang menghilang sejak Kamis (12/6) lalu.

Sedangkan dalam pernyataannya, kantor Presiden Abbas mengecam penculikan tiga remaja Israel. Abbas juga juga mengecam penggerebekan yang dilakukan tentara Israel terhadap rumah-rumah warga Palestina terkait operasi pencarian ketiga remaja Israel tersebut.

Ketiga remaja Israel berusia belasan tahun itu, salah satunya juga pemegang paspor Amerika Serikat, merupakan pelajar di seminari-seminari Yahudi di Tepi Barat. Mereka dilaporkan diculik pada Kamis, 12 Juni malam lalu dari daerah antara Bethlehem dan Hebron. Ketiganya diidentifikasi sebagai Gilad Shaer (16) dari kawasan pemukiman Talmon di dekat kota Ramallah, Naftali Frenkel (16) dari Nof Ayalon dan Eyal Ifrach (19) dari Elad, yang berada di wilayah Israel tengah. (Detikcom/d)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru