Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Syiah dan Sunni Irak Bersatu Lawan ISIL

* Sejumlah Komandan Militer Irak Dipecat
- Kamis, 19 Juni 2014 11:44 WIB
670 view
 Syiah dan Sunni Irak Bersatu Lawan ISIL
SIB/AP Photo/Karim Kadim
Pejuang Syiah Irak menjawab seruan pemerintah bergabung dengan pasukan keamanan melawan militan ISIL yang sudah menguasai beberapa kota membuat PM Nuri al-Maliki memberhentikan sejumlah komandan senior militer.
Baghdad (SIB)- Pemimpin politik Syiah dan Sunni Irak bersatu demi negara dalam memerangi kelompok militan Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) setelah melakukan pertemuan tertutup. Para pemimpin tersebut mewakili dari kaum Syiah yakni Perdana Menteri Nuri al-Maliki dan kaum Sunni yakni Usama al-Nujaifi, yang keduanya berdiri terpisah dan mendengarkan "sesepuhnya" Maliki Ibrahim al-Jafaari. Dia menyerukan untuk membela negara dan melindungi kedaulatan serta martabat negara.

Ibrahim al-Jafaari adalah mantan Perdana Menteri Irak dalam Pemerintahan Transisional Irak yang terpilih dalam pemilihan Januari 2005. Ia seorang Syiah dan sebelumnya merupakan salah satu dari dua wakil presiden Irak di bawah Pemerintahan Sementara Irak (2004) dan juga juru bicara utama untuk Partai Dawa Islam di Irak. Mereka juga menyerukan untuk menghindari keluhan sektarian dan melarang aktor non-negara membawa senjata

Bersatunya dua etnis yang selama ini berseteru berlangsung saat ISIL terus melancarkan serangan-serangan di wilayah Irak. Mereka bahkan juga menyerang kilang minyak Baiji pada Rabu waktu setempat. Sejak pukul 04.00 waktu setempat, pertempuran antara militan dan aparat keamanan terjadi di kompleks kilang minyak yang berlokasi di provinsi Salaheddin, sebelah utara Baghdad tersebut.

Belum diketahui sejauh mana kerusakan akibat serangan militan tersebut. Namun menurut pekerja kilang minyak, Rabu (18/6), sejumlah toko produk minyak juga terbakar dalam insiden tersebut. Pejabat-pejabat Irak mengatakan, sehari sebelum kejadian, kilang minyak tersebut telah ditutup terkait memburuknya keamanan di tengah maraknya serangan para militan.

Para militan ISIL saat ini terus bergerak mendekati ibukota Baghdad. Kelompok ISIL juga telah menyerang kota Baquba, ibukota provinsi Diyala dan menewaskan 44 orang. Dalam serangan itu, para militan sempat menduduki beberapa kawasan sebelum akhirnya dihalau aparat keamanan Irak.

Kota Baquba berlokasi sekitar 60 kilometer sebelah utara Baghdad. Ini merupakan kota terdekat ke ibukota Irak yang diserang para militan sejak serangan besar-besaran dilancarkan militan ke wilayah Irak utara pekan lalu. Sebelumnya, para militan ISIL juga telah berhasil menguasai sebagian besar wilayah Irak utara, termasuk kota Mosul.

Berhasilnya direbut sejumlah kota oleh militan membuat PM Irak Nuri al-Maliki memberhentikan sejumlah komandan senior militer. Di antara mereka yang dibentikan adalah Letnan Jenderal Mahdi al-Gharawi, komandan pasukan keamanan di provinsi Nineveh bagian utara Irak. Wilayah itu adalah yang pertama jatuh ke tangan gerilyawan ISIL. Seorang pejabat senior lain akan menghadapi pengadilan militer dengan tuduhan disersi, demikian pernyataan al-Maliki yang dibacakan oleh stasiun televisi negara.

Pasukan keamanan negara dinilai tidak dapat melindungi provinsi-provinsi tersebut dari serangan. Bahkan dalam beberapa kasus, sejumlah personil militer berlari dengan menanggalkan seragam dan meninggalkan sejumlah kendaraan. Tentara milik pemerintah kemudian membalas dan berhasil merebut sejumlah wilayah. Namun ISIL terus mendapatkan daerah-daerah lain.

Sementara Presiden Iran Hassan Rohani, mengatakan Iran akan melakukan apa pun untuk melindungi tempat-tempat suci Syiah di Irak terkait gelombang serangan kelompok militan ISIS yang memerangi Pemerintah Baghdad. "Wahai Karbala, Najaf, Kadhimiyah, dan Samarra, kami peringatkan para teroris, kami rakyat Iran yang agung akan melakukan apa pun untuk melindungi kota-kota itu," kata Rohani dalam pidato emosional di Khoramabad, tak jauh dari perbatasan Irak.

Dalam pidatonya itu, Presiden Rohani menyebut petisi yang ditandatangani ribuan warga Iran yang bersedia bertempur di Irak untuk menghancurkan teroris dan melindungi tempat-tempat suci yang dikunjungi ratusan ribu peziarah Iran setiap tahunnya. "Terima kasih Tuhan, kami memiliki banyak sukarelawan Syiah, Sunni, dan Kurdi di Irak untuk memerangi teroris," tambah Rohani.

Warga Iran bertekad memenuhi ajakan ulama Syiah ternama, Ayatollah Ali al-Sistani, untuk menjadi sukarelawan dan memerangi kelompok militan ISIS di Irak yang sejauh ini sudah menduduki kota Mosul dan Tikrit yang berada tak jauh dari ibu kota Baghdad.

Lokasi-lokasi tempat suci Syiah di Irak terdapat di Najaf dan Karbala yang terletak di sebelah utara Baghdad. Tempat suci lain terdapat di distrik Khadimiyah, Baghdad, dan kota Samarra yang juga saat ini berada di bawah gempuran ISIS. Pemerintahan Irak kini didominasi kelompok Syiah. PM Nuri al-Maliki sendiri adalah seorang politisi Syiah yang mengasingkan diri di Iran semasa Saddam Hussein berkuasa di Irak. (Detikcom/d)


Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru