Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 29 Oktober 2026

Penculik 3 Remaja Israel Ingin Hancurkan Palestina

- Kamis, 19 Juni 2014 11:47 WIB
544 view
 Penculik 3 Remaja Israel Ingin Hancurkan Palestina
SIB/AP Photo/Majdi Mohammed
Tentara Israel berpatroli di desa Taffouh dekat kota Hebron, Tepi Barat, Rabu (18/6), mencari tiga remaja Israel yang diculik. Presiden Palestina Mahmud Abbas mencetuskan, mereka yang mendalangi penculikan itu ingin menghancurkan rakyat Palestina.
Tepi Barat (SIB)- Hingga saat ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas penculikan tiga remaja Israel di Tepi Barat. Presiden Palestina Mahmud Abbas mencetuskan, mereka yang mendalangi penculikan itu ingin menghancurkan rakyat Palestina.

"Mereka yang menculik ketiga remaja itu ingin menghancurkan kami. Kami akan meminta pertanggungjawaban mereka," kata Abbas dalam pertemuan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Jeddah, Arab Saudi seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (18/6).

Ketiga remaja Israel berusia belasan tahun itu, salah satunya juga pemegang paspor Amerika Serikat, merupakan pelajar di seminari-seminari Yahudi di Tepi Barat. Mereka dilaporkan diculik pada Kamis, 12 Juni malam lalu dari daerah antara Bethlehem dan Hebron. Ketiganya diidentifikasi sebagai Gilad Shaer (16) dari kawasan pemukiman Talmon di dekat kota Ramallah, Naftali Frenkel (16) dari Nof Ayalon dan Eyal Ifrach (19) dari Elad, yang berada di wilayah Israel tengah.

Sebelumnya pada Senin, 16 Juni, Abbas mengecam penculikan yang terjadi pekan lalu tersebut. Namun Abbas juga mengkritik operasi penangkapan besar-besaran yang dilakukan pasukan Israel di Tepi Barat terkait penculikan tersebut.

PM Israel Benjamin Netanyahu menuding kelompok Hamas telah menculik ketiga ABG tersebut. Namun Hamas membantahnya. Israel terus melakukan penangkapan warga Palestina untuk menemukan ketiga ABG yang hilang itu.

Sebanyak 65 warga Palestina ditahan pada Selasa, 17 Juni malam saat pasukan Israel menyisir Tepi Barat untuk Operasi penangkapan ini dipuji oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Menurut Netanyahu, hal ini mengirimkan "pesan penting" dalam operasi menemukan ketiga remaja yang diyakini diculik kelompok Hamas.

Di antara mereka yang ditangkap tersebut termasuk mereka yang telah dibebaskan dalam program pertukaran tahanan tahun 2011 lalu. Menurut radio militer Israel, kebanyakan dari mereka yang ditahan tersebut merupakan anggota Hamas.

"65 Tersangka ditahan semalam, termasuk 51 warga Palestina yang telah dibebaskan dalam pertukaran tahanan Gilad Shalit tahun 2011," demikian statemen militer Israel seperti dilansir AFP, Rabu (18/6). Pada tahun 2011, sebanyak 1.027 warga Palestina yang ditahan telah dibebaskan demi pembebasan seorang tentara Israel yang ditahan Hamas selama lebih dari lima tahun.

Sejauh ini, pasukan Israel telah menangkap sekitar 240 warga Palestina terkait hilangnya ketiga ABG tersebut. Mereka ditahan dalam operasi yang dilancarkan pasukan Israel di sekitar 800 lokasi, termasuk dalam penggerebekan ke 10 institusi yang dikelola Hamas. Sejauh ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas penculikan ketiga remaja Israel tersebut. Kelompok Hamas pun telah membantah menculik ketiganya seperti yang dituduhkan pemerintah Israel. (Detikcom/d)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru