Damaskus (SIB)- Konflik Suriah terus menelan korban jiwa. Sebuah bom mobil meledak dan menewaskan sedikitnya 34 orang di sebuah desa yang berada di bawah kendali pemerintah Suriah. Ledakan bom itu diklaim dilakukan oleh para pemberontak. Demikian diberitakan kantor berita pemerintah Suriah, SANA seperti dilansir AFP, Jumat (20/6).
Menurut SANA, lebih dari 50 orang terluka dalam serangan bom yang terjadi di Al-Horra, provinsi Hama tersebut. SANA menyebut serangan bom itu dilancarkan oleh para pemberontak, yang terus berupaya menggulingkan kekuasaan Presiden Bashar al-Assad.
Kelompok koalisi pemberontak, Islamic Front mengklaim mendalangi ledakan bom tersebut. Lewat akun Twitternya, kelompok itu menyatakan bahwa bom yang dikendalikan dengan radio tersebut telah menargetkan "sekumpulan milisi Assad."
Menurut kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights, 37 orang tewas akibat ledakan tersebut. Para korban terdiri dari warga sipil dan personel keamanan. Lebih dari 40 orang lainnya luka-luka dalam insiden itu.
Sebelumnya pada Kamis, 19 Juni, bom mobil juga meledak di kota Homs, sebelah selatan Hama. Sebanyak enam orang tewas dalam ledakan tersebut. Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan bom itu. Namun stasiun televisi pemerintah Suriah menyalahkan para pemberontak atas bom mobil tersebut.
Serangan itu dilakukan pada saat aksi kekerasan meningkat di Provinsi Daraa, tempat pemberontak bergerak maju dalam bulan-bulan belakangan ini, kata para pegiat. Hampir separuh dari penduduk Suriah meninggalkan rumah-rumah mereka sejak pemberontakan terhadap pemerintah Presiden Bashar al-Assad meletus Maret 2011.
Lebih dari tiga juta orang mengungsi ke luar negara-negara tetangga. Tetapi sekitar enam juta orang terlantar di dalam negara itu, dengan banyak yang tinggal dalam kondisi-kondisi yang menyedihkan di kamp-kamp di sepanjang perbatasan-perbatasan negara itu.
(Detikcom/q)